Rupiah Gampang Goyang Lawan Dolar? Destry Ungkap Biang Keroknya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Gubernur BI Destry Damayanti menjelaskan rupiah rentan melemah terhadap dolar AS karena defisit neraca transaksi berjalan (CAD). Indonesia memiliki CAD selalu negatif kecuali pada era Covid-19, yang menekan nilai tukar rupiah. CAD pada KQ2-2026 mencapai US$12,5 miliar atau 3,3% PDB, tajam 3,5 kali lipat dari KQ1-2026 (US$3,6 miliar atau 1% PDB). Lonjakan ini dipicu kenaikan impor migas akibat harga minyak dunia tinggi serta surplus neraca perdagangan non-migas yang menurun karena permintaan impor domestik tinggi.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 28 September 2026 pukul 16.54
Bos BI Buka-bukaan Penyebab Rupiah Melemah
Warta Ekonomi · 28 September 2026 pukul 12.38
Harga Minyak Melonjak, BI Antisipasi Dampak ke Inflasi dan Nilai Tukar
Berita terkait
Rupiah Melemah 0,48%, Dolar AS Makin Dekati Level Rp18.000
CNBC Indonesia · 28 September 2026 pukul 15.04
Bos BI Beri Peringatan, Mata Uang Dunia Tengah Hadapi "Strong Dollar"
CNBC Indonesia · 28 September 2026 pukul 12.02
Dolar AS Kini Rp17.855, BI Beri Penjelasan dan Ramal Situasi ke Depan
CNBC Indonesia · 23 September 2026 pukul 14.21
Rupiah Ditutup Melemah 0,54%, Dolar AS Kini Parkir di Rp17.825
CNBC Indonesia · 21 September 2026 pukul 15.06