Jakarta · Rabu, 30 September 2026Cari
WargaKonoha

Rupiah Makin Terseok-seok, Cerita Dolar Balik Rp16.000 Mustahil

Tekanan terhadap nilai tukar rupiah semakin besar, dengan dolar AS kini bertengger pada level Rp18.000. Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas Bank Indonesia, Erwin Gunawan Hutapea, menjelaskan melemahnya rupiah disebabkan oleh kekhawatiran atas tekanan inflasi global, risiko fiskal, dan kenaikan harga minyak hingga di atas US$108 per barel. Ekspektasi pengetatan kebijakan moneter AS juga mendorong yield UST 10 tahun naik ke 5,23%, tertinggi sejak 2007. Pelemahan rupiah juga didorong oleh peningkatan kebutuhan valuta asing importir dan arus keluar dana dari pasar emerging markets. Meski demikian, Bank Indonesia terus berintervensi di pasar untuk menjaga stabilitas nilai tukar, termasuk melalui operasi moneter pro-market dan penggunaan instrumen seperti Swap dan DNDF. Cadangan devisa Bank Indonesia mencapai USD146,5 miliar pada akhir Agustus 2026.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait