Rupiah melemah dipengaruhi kenaikan harga minyak mentah global
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Nilai tukar rupiah melemah 0,22 persen menjadi Rp17.585 per dolar AS pada pembukaan perdagangan Jumat. Penurunan ini dipicu oleh kenaikan harga minyak Brent yang menembus 100 dolar AS per barel akibat ketegangan geopolitik antara Iran dan AS di Selat Hormuz. Kondisi ini meningkatkan kekhawatiran investor terhadap risiko pelebaran defisit transaksi berjalan dan defisit fiskal Indonesia.
Selain faktor minyak, tekanan inflasi produsen di AS juga berpengaruh. Data Producer Price Index (PPI) Agustus 2026 mencapai 5,4 persen yoy, melampaui ekspektasi pasar. Hal ini meningkatkan probabilitas kenaikan suku bunga The Fed pada September 2026 di atas 70 persen, yang memperkuat indeks dolar AS dan yield UST. Rupiah diprediksi akan bergerak di kisaran Rp17.575–Rp17.700 per dolar AS.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 11 September 2026 pukul 17.45
Rupiah Melemah ke 17.611 per Dolar AS, Tertekan Data Inflasi Amerika
Liputan6.com · 11 September 2026 pukul 11.04
Rupiah Merosot ke 17.585 Tersengat Lonjakan Harga Minyak
CNBC Indonesia · 11 September 2026 pukul 09.06
Rupiah Dibuka Melemah 0,23%, Dolar AS Naik ke Rp17.570
Liputan6.com · 10 September 2026 pukul 17.45
Rupiah Tertekan ke 17.547 per Dolar AS, Data Inflasi AS Jadi Penentu Arah
Berita terkait
Rupiah Hari Ini Menguat ke Rp17.511 Didorong Arus Modal Obligasi
Media Indonesia · 9 September 2026 pukul 16.35
Rupiah menguat seiring arus modal masuk yang deras ke pasar obligasi
ANTARA News · 9 September 2026 pukul 16.10
Video: Dipengaruhi Indeks Dolar AS, Gimana Nasib Rupiah di Akhir 2026?
CNBC Indonesia · 28 Agustus 2026 pukul 12.46
Rupiah Hari Ini Loyo ke 17.744 Tersengat Data Ekonomi AS
Liputan6.com · 27 Agustus 2026 pukul 20.15