Rupiah Melemah ke 17.611 per Dolar AS, Tertekan Data Inflasi Amerika
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4282588/original/045207500_1672910856-Imbas_potensi_perlambatan_ekonomi_nilai_rupiah_melemah_terhadap_dollar-ANGGA_7.jpg)
Nilai tukar rupiah melemah 64 poin (0,36%) menjadi 17.611 per dolar AS pada penutupan perdagangan Jumat. Penurunan ini sejalan dengan kurs JISDOR Bank Indonesia yang juga berada di level 17.611 per dolar AS. Pelemahan dipicu oleh kenaikan Producer Price Index (PPI) AS menjadi 5,4% yoy, melampaui konsensus 5,3%, yang meningkatkan risiko inflasi dan yield obligasi AS.
Selain faktor inflasi AS, tekanan terhadap rupiah diperberat oleh tingginya harga minyak akibat ketegangan geopolitik. Namun, perbaikan data penjualan ritel domestik menjadi faktor penahan pelemahan. Pasar kini menunggu rilis Consumer Price Index (CPI) AS untuk menentukan arah kebijakan The Fed, dengan prediksi rupiah akan bergerak volatil di kisaran 17.500 hingga 17.650 per dolar AS.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 11 September 2026 pukul 16.00
Rupiah Anjlok ke Rp17.611 per Dolar AS Tertekan Lonjakan Harga Minyak Dunia
ANTARA News · 11 September 2026 pukul 09.47
Rupiah melemah dipengaruhi kenaikan harga minyak mentah global
Warta Ekonomi · 11 September 2026 pukul 09.27
Awal Perdagangan, Rupiah Melemah ke Rp17.585 per Dolar AS
Detik.com · 11 September 2026 pukul 09.22
Dolar AS Balik ke Level Rp 17.600
Berita terkait
Rupiah Merosot ke 17.585 Tersengat Lonjakan Harga Minyak
Liputan6.com · 11 September 2026 pukul 11.04
Rupiah Tertekan ke 17.547 per Dolar AS, Data Inflasi AS Jadi Penentu Arah
Liputan6.com · 10 September 2026 pukul 17.45
Rupiah Lesu ke Level Rp17.585 per Dolar AS Pagi Ini
CNN Indonesia · 11 September 2026 pukul 09.20
Rupiah Dibuka Melemah 0,23%, Dolar AS Naik ke Rp17.570
CNBC Indonesia · 11 September 2026 pukul 09.06