Rupiah Menguat ke 17.899 per Dolar AS, Terdongkrak Sinyal The Fed
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3284618/original/004329100_1604313218-20201102-Hari-ini-Rupiah-Ditutup-melemah-atas-dolar-ANGGA-4.jpg)
Rupiah menguat tipis menjadi 17.899 per USD pada Selasa (6/10/2026), naik 18 poin atau 0,10% dari 17.917. Kenaikan didorong oleh ekspektasi Federal Reserve tidak akan menaikkan suku bunga acuan pada pertemuan Oktober 2026. Data ketenagakerjaan dan inflasi AS yang lemah menurunkan peluang kenaikan suku bunga Fed lebih dari 80%, sementara peluang kenaikan 25 basis poin pada Desember mencapai 95%. Di dalam negeri, Bank Dunia menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2026 menjadi 5,2%, didorong oleh konsumsi swasta, pengeluaran publik yang lebih awal, serta momen Ramadhan dan Idul Fitri yang datang lebih awal. Namun, kehati-hatian tetap terhadap beberapa indikator domestik.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 6 Oktober 2026 pukul 15.26
Rupiah Ditutup Rebound ke Rp17.899 per USD, Ditopang Sentimen Bank Dunia
ANTARA News · 6 Oktober 2026 pukul 12.51
Bank Dunia naikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi RI 5,2 persen di 2026
CNN Indonesia · 6 Oktober 2026 pukul 09.35
Rupiah Dibuka Menguat Tipis ke Rp17.916 per Dolar AS Selasa Pagi
CNBC Indonesia · 6 Oktober 2026 pukul 09.16
Rupiah Dibuka Menguat Tipis, Nilai Tukar Dolar AS Turun ke Rp17.875
Berita terkait
Rupiah melemah dipicu ekspektasi kenaikan suku bunga Fed
ANTARA News · 29 September 2026 pukul 10.13
Nilai Tukar Rupiah Dibuka Naik ke 17.911 per Dolar AS, Tapi Rawan Koreksi
Liputan6.com · 6 Oktober 2026 pukul 11.40
Lowongan Kerja AS Lesu, Peluang The Fed Naikkan Bunga Oktober Makin Tipis
kumparan · 4 Oktober 2026 pukul 16.00
Rupiah Ditutup Menguat ke Rp17.882, BI Perluas Underlying Operasi Moneter
SINDOnews · 2 Oktober 2026 pukul 17.04