Yield SUN Naik Jadi Penyangga Rupiah di Tengah Tekanan Global
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kenaikan yield Surat Utang Negara (SUN) dipandang sebagai strategi untuk menjaga daya tarik aset Indonesia di tengah tekanan global, seperti yield US Treasury yang mendekati 5% dan harga minyak di atas US$100 per barel. Penyesuaian yield SUN ke kisaran 7,3–7,5% diharapkan menjadi peredam agar tekanan pasar tidak sepenuhnya berpindah ke nilai tukar rupiah, dengan potensi pelemahan rupiah diprediksi terbatas hingga Rp17.800 per dolar AS.
Selain penyesuaian yield, stabilitas rupiah didukung oleh instrumen Bank Indonesia dan penguatan Local Currency Transaction (LCT) untuk mengurangi ketergantungan pada dolar AS. Pemerintah juga didorong untuk memperbaiki struktur pasokan valuta asing melalui peningkatan ekspor, investasi asing langsung (FDI), serta diversifikasi pembiayaan eksternal guna menciptakan aliran modal yang lebih berimbang.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 14 September 2026 pukul 10.39
Rupiah Tergelincir ke 17.614 Imbas Potensi Kenaikan Suku Bunga The Fed
ANTARA News · 14 September 2026 pukul 09.34
Rupiah melemah dipengaruhi ekspektasi kenaikan suku bunga Fed
Warta Ekonomi · 14 September 2026 pukul 09.21
IHSG Melemah 0,13% ke 6.532 di Awal Pekan, Investor Tunggu The Fed
Liputan6.com · 13 September 2026 pukul 22.16
Di KTT BRICS, Prabowo Tawarkan Industrialisasi Bersama
Berita terkait
Rupiah Menguat Jadi Rp 17.715 per Dolar AS, Gubernur BI Destry Damayanti Beberkan Strategi Utama
JawaPos · 1 September 2026 pukul 20.15
Proyeksi Gubernur BI Baru di 2027: Ekonomi Tumbuh 6%, Kurs Rupiah Rp17.300
Warta Ekonomi · 1 September 2026 pukul 19.00
Rupiah melemah seiring "wait and see" investor menjelang rilis PPI AS
ANTARA News · 10 September 2026 pukul 16.33
Rupiah Terbang Tinggi, Hari Ini Menguat ke Rp17.632 per Dolar AS
SINDOnews · 8 September 2026 pukul 17.50