Sarjito Ingin Tiru China untuk Bangun Ekosistem Bursa Mineral RI
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Calon Kepala Eksekutif Pengawas Bursa Mineral dan Komoditas Strategis (BMKS) Otoritas Jasa Keuangan, Sarjito, menyatakan Indonesia perlu membangun ekosistem bursa mineral yang terintegrasi dengan belajar dari pengalaman China. Menurutnya, China membutuhkan waktu dua dekade untuk mengembangkan Shanghai Futures Exchange secara sistematis. Sarjito menjelaskan bahwa China berhasil dengan mengumpulkan pasokan mineral dari berbagai negara, lalu mengarahkannya untuk mendukung industri nasional, termasuk dengan menggunakan smelter untuk memantau kekuatan mineral global. Pengalamannya menunjukkan bahwa pembangunan bursa mineral tidak hanya fokus pada lembaga perdagangan, tetapi juga membutuhkan konektivitas antarotoritas dan kementerian. Oleh karena itu, OJK tidak dapat menjalankan fungsi pengawasan dan pengembangan bursa mineral secara mandiri, melainkan harus berkoordinasi dengan Kementerian ESDM dan kementerian terkait lainnya.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 24 Agustus 2026 pukul 18.06
Komisi XI Setujui Sarjito Jadi Bos OJK Kepala Pengawas Bursa Mineral
Detik.com · 24 Agustus 2026 pukul 18.00
Tok! Sarjito Terpilih Jadi Kepala Pengawas Bursa Mineral
ANTARA News · 24 Agustus 2026 pukul 17.21
Sarjito sebut Dirut Bursa Mineral akan ditetapkan oleh OJK
Berita terkait
Bursa Mineral-Komoditas RI Kemungkinan Tunggal, Mirip London hingga Shanghai
kumparan · 24 Agustus 2026 pukul 18.21
Jalani Fit Proper di DPR, Sarjito Soroti RI Tak Punya Kendali Harga Komoditas
kumparan · 24 Agustus 2026 pukul 15.56
KAGEOGAMA Dorong Kekayaan Geologi Indonesia Jadi Sumber Kedaulatan Nilai
JPNN.com · 20 Agustus 2026 pukul 19.36
OJK Lantik Deputi Baru Awasi Bursa Mineral dan Komoditas Strategis
SINDOnews · 19 Agustus 2026 pukul 21.48