Skema Tadpole Pindar Dinilai Rugikan Peminjam, Ini Alasannya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Skema Tadpole pinjaman daring (pindar) dinilai merugikan peminjam karena beban cicilan besar di awal masa pinjaman. Masyarakat yang membutuhkan dana justru harus membayar utang utama dan bunga sekaligus pada cicilan pertama, sementara cicilan berikutnya semakin kecil. Komisi XI DPR RI Harris Turino dan Direktur CELIOS Nailul Huda menyoroti tidak adilnya skema ini, yang bertujuan mengurangi risiko gagal bayar perusahaan. OJK telah membatasi penggunaan Tadpole karena tidak fair. Pengganti yang disarankan adalah skema cicilan merata atau kemampuan membayar besar di awal sebagai pilihan, bukan kewajiban.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 7 September 2026 pukul 13.44
Rugikan Peminjam, Skema Tadpole Pindar jadi Sorotan
Berita terkait
Pembiayaan Pindar Tembus Rp105 Triliun, Risiko Fraud Jadi Perhatian
Warta Ekonomi · 1 September 2026 pukul 13.55
OJK Dorong Akses Dana Produktif Sikap Lonjakan Pinjaman Daring
VOI · 26 Agustus 2026 pukul 01.10
Kontribusi Pinjaman Daring untuk UMKM Meningkat Capai Rp35,12 Triliun
Media Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 16.26
Transparansi Industri Pindar Belum Ideal, Pakar Ungkap Akar Masalahnya
SINDOnews · 1 September 2026 pukul 20.19