BI jaga stabilitas mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Bank Indonesia (BI) menegaskan kembali komitmennya untuk menjaga stabilitas sebagai fondasi utama pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Di tengah ketidakpastian global yang tinggi, BI memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah guna mendukung pencapaian sasaran inflasi dan mendorong aktivitas ekonomi. Kebijakan moneter dioptimalkan tidak hanya melalui suku bunga acuan, tetapi juga dengan mempertajam instrumen lain seperti triple intervention di pasar valuta asing (spot, NDF, DNDF) dan instrumen moneter seperti Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) yang dilengkapi fasilitas insentif swap dan DNDF hedging. Posisi SRBI saat ini lebih terkendali, dan penerbitannya akan disesuaikan dengan kebutuhan likuiditas serta aliran modal asing untuk memperkuat stabilitas rupiah. Selain itu, BI terus mengoptimalkan instrumen kebijakan untuk mendukung pertumbuhan, termasuk penguatan Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) yang mendorong pembiayaan ke sektor prioritas dan perbaikan mekanisme redistribusi likuiditas di sektor keuangan. Digitalisasi sistem pembayaran juga dipercepat guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 29 Juli 2026 pukul 08.13
Strategi Bank Indonesia Jaga Kestabilan Rupiah
CNBC Indonesia · 31 Juli 2026 pukul 09.11
Pjs Gubernur BI Destry: Dunia Akan Hadapi Era Suku Bunga Tinggi
CNBC Indonesia · 31 Juli 2026 pukul 09.03
Rupiah Menguat, Dolar AS Turun ke Rp18.040
SINDOnews · 30 Juli 2026 pukul 07.16
Rupiah Menanti Nakhoda Baru
Berita terkait
Kronologi Gubernur BI Perry Warjiyo Mundur
CNN Indonesia · 27 Juli 2026 pukul 08.45
Rekam Jejak Destry Damayanti, Calon Tunggal Gubernur BI Usulan Prabowo
CNBC Indonesia · 15 Agustus 2026 pukul 16.15
Eks Menkeu Beberkan PR Gubernur BI Baru: Jaga Rupiah Hingga Dorong Pertumbuhan Ekonomi
Media Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 22.27
Membaca Deflasi, Menakar Respons BI
kumparan · 14 Agustus 2026 pukul 12.00