Tak Ikuti Langkah Jepang, Purbaya Jelaskan Alasan PPN Belum Turun
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9343443/original/006261500_1788857424-email-attachment_2026_09_08_immanuel-christian_purbaya-akui-tak-pusing-urus-anggaran-mbg_IMG_6934.jpeg)
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pemerintah Indonesia belum berencana menurunkan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN), berbeda dengan langkah stimulus pajak yang diambil Jepang. Keputusan ini diambil karena Indonesia telah menyalurkan berbagai instrumen stimulus lain untuk menjaga daya beli masyarakat, seperti Bantuan Langsung Tunai (BLT), Kartu Indonesia Pintar (KIP), subsidi kendaraan listrik, serta rencana tambahan bantuan pangan beras.
Purbaya menekankan bahwa perubahan tarif PPN harus dilakukan dengan hati-hati karena berdampak langsung pada defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Pemerintah berupaya menjaga keseimbangan antara menstimulus pertumbuhan ekonomi dan mengendalikan rasio utang negara agar tidak tumbuh terlalu besar. Pemangkasan PPN tanpa perhitungan matang dikhawatirkan hanya akan memperlebar defisit anggaran tanpa memberikan dampak optimal bagi pemulihan ekonomi.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 10 September 2026 pukul 17.31
Harga Minyak Tembus USD 100 per Barel, Defisit APBN Dijaga Tetap di Bawah 3%
Warta Ekonomi · 10 September 2026 pukul 16.20
Purbaya Koreksi Hitungan Airlangga, Anggaran Buka Rekening 200 Juta Warga Tak Sampai Rp11 Triliun?
CNBC Indonesia · 10 September 2026 pukul 15.51
Purbaya Rombak Ratusan Pejabat Kementerian Keuangan Dadakan, Ada Apa?
Warta Ekonomi · 10 September 2026 pukul 15.38
Rupiah Melemah ke Rp17.547 per Dolar AS, Harga Minyak Jadi Sorotan
Berita terkait
Harga Minyak Tembus US$ 101/Barel, Purbaya: Anggaran Masih Cukup
Detik.com · 10 September 2026 pukul 14.57
Strategi Purbaya Agar APBN Tetap Sehat di Tengah Kenaikan Harga Minyak Dunia
JPNN.com · 10 September 2026 pukul 07.26
Rp11 Triliun APBN Disiapkan untuk Saldo Rekening Masyarakat, Ini Penjelasan Purbaya
Warta Ekonomi · 10 September 2026 pukul 02.47
Biayai Kopdes, BNI (BBNI) Optimis Proyek Minim Risiko Kredit Macet
CNBC Indonesia · 9 September 2026 pukul 19.30