Target Tiga Pekan, Mentan Siap Gebuk Mafia Beras Fortifikasi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5463606/original/082178300_1767665259-1000190404.jpg)
Menteri Pertanian dan Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman menargetkan dua hingga tiga pekan untuk menindak mafia beras fortifikasi yang tidak memenuhi standar mutu. Temuan produk berlabel beras fortifikasi tidak sesuai standar berpotensi merugikan konsumen hingga puluhan triliun rupiah. Program fortifikasi ditujukan untuk masyarakat miskin guna mencegah stunting dan kurang gizi, didasarkan pada UU 18/2012, PP 17/2015, dan RPJMN 2025–2029.
Deputi Bapanas Andriko Noto Sutanto memperketat pengawasan, termasuk kesesuaian izin edar dengan label kemasan. Ditemukan pelanggaran seperti klaim zat besi 84% di izin edar tetapi hanya 30% di label. Pengawasan ulang Juli–Agustus menargetkan 40 merek dengan izin PSAT di 11 provinsi, total 200 sampel. Inspeksi April 2026 di Jakarta: dari 15 sampel, mayoritas melanggar; hanya 3 dari 12 sampel berklaim gizi memenuhi syarat, 3 sampel tidak mencantumkan persentase AKG. Beras fortifikasi wajib memenuhi SNI 9372:2025.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 6 Agustus 2026 pukul 12.40
Amran Tebar Ancaman, Mau Gebuk Pengusaha Beras Fortifikasi Nakal
JPNN.com · 6 Agustus 2026 pukul 14.12
Gebuk Mafia, Kepala Bapanas Pastikan Pengawasan Beras Fortifikasi Makin Tajam
CNBC Indonesia · 5 Agustus 2026 pukul 16.55
Amran Temukan Beras Fortifikasi Abal-abal Harganya Tembus Rp 42.000/Kg
Berita terkait
Bapanas Periksa 40 Izin Edar Beras Fortifikasi, Klaim Gizi Ikut Dicek
CNN Indonesia · 11 Agustus 2026 pukul 03.45
Bapanas tegaskan usut tuntas dugaan kecurangan beras fortifikasi
ANTARA News · 10 Agustus 2026 pukul 19.53
Produsen Buru-buru Tarik Stok, Bapanas Lanjut Usut Beras Fortifikasi Bermasalah
Detik.com · 10 Agustus 2026 pukul 10.28
Di Tengah Heboh Beras Fortifikasi Bermasalah, Ini Harganya di Ritel
CNBC Indonesia · 3 Agustus 2026 pukul 17.35