Tindak 25 Merek Beras Fortifikasi Nakal, Amran Optimistis Harga Beras Turun
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menindak 25 merek beras fortifikasi yang tidak memenuhi standar SNI 9314:2024 dan SNI 9372:2025. Temuan berdasarkan uji laboratorium menunjukkan kandungan gizi tidak sesuai label, yang berdampak pada masyarakat rentan. Pemerintah mengambil langkah tegas berupa penarikan produk, pencabutan izin usaha, dan proses hukum bagi pelaku.
Selain masalah mutu, ditemukan disparitas harga ekstrem dari Rp13.000 menjadi Rp57.000 per kilogram, dengan estimasi kerugian konsumen mencapai Rp89 triliun. Amran menegaskan kenaikan harga dipicu oleh praktik mafia meski stok beras melimpah. Untuk menstabilkan harga, pemerintah melakukan operasi pasar, penyaluran bantuan pangan bagi 33,4 juta orang, serta penyediaan 1 juta SPHP.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 21 September 2026 pukul 18.41
Mentan Yakin dalam Seminggu Harga Beras Turun!
Detik.com · 21 September 2026 pukul 16.22
Produsen Diminta Setop Sementara Beras Fortifikasi
JawaPos · 20 September 2026 pukul 21.15
BPKN Ungkap Temuan Beras Fortifikasi Tidak Standar Sejak 2025, Dorong Wajib SNI
Berita terkait
Mentan Ungkap 25 Merek Beras Fortifikasi Label Tak Sesuai Kandungan, Dijual Mahal
JPNN.com · 15 September 2026 pukul 13.57
Amran Beber Biang Kerok Beras Jadi Penyumbang Inflasi
CNN Indonesia · 3 September 2026 pukul 12.38
HOKI Buka Suara Usai Produk Beras Fortifikasi Dicap Abal-Abal
Detik.com · 18 September 2026 pukul 15.53
Mentan Amran Sebut Pelaku Beras Fortifikasi Palsu akan Menyusul 102 Tersangka Mafia Pangan
Media Indonesia · 17 September 2026 pukul 17.29