Triliunan Rupiah Menguap Gara-gara Karhutla
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menimbulkan kerugian sebesar Rp5,3 triliun dari 2023 hingga 2025. Kementerian Lingkungan Hidup dan BPLH mencatat 32 perkara karhutla belum selesai, dengan 19 perusahaan diduga menjadi penyebabnya. Area terbakar mencapai 11.046,69 hektare tersebar di Sumatera dan Kalimantan. Penegakan hukum dilakukan melalui tiga jalur: sanksi administratif, gugatan perdata, dan pidana. Dari 19 perusahaan, 7 berada di Kalimantan Barat (2.260,08 hektare), 4 di Sumatera Selatan (772,72 hektare), 3 di Kalimantan Selatan (6.595,15 hektare), 2 di Kalimantan Tengah (99,40 hektare), dan masing-masing 1 di Kalimantan Timur, Lampung, dan Riau. Sejak Januari, KLH/BPLH telah mengambil tindakan pengawasan terhadap 19 perusahaan tersebut dengan pemasangan plang, penyegelan, dan tindakan PPLH.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 1 September 2026 pukul 11.50
Terungkap 19 Perusahaan Biang Kerok Karhutla RI, Negara Rugi Rp5,3 T
CNN Indonesia · 2 September 2026 pukul 09.59
Update Karhutla: 19 Perusahaan Diduga Biang Kerok, Kasus ISPA Melonjak
SINDOnews · 2 September 2026 pukul 09.54
Belgis Habiba Greenpeace Soroti Penegakan Hukum Karhutla: Tidak Tajam ke Korporasi
CNBC Indonesia · 2 September 2026 pukul 09.30
KLH Awasi 19 Perusahaan Terkait Karhutla, Area Terbakar 11.046 Ha
Berita terkait
Menhut Raja Juli: Bukan Kebakaran, Karhutla Ini Hampir Pasti Dibakar Oleh...
Warta Ekonomi · 2 September 2026 pukul 07.25
KLH Sebut 32 Perkara Perusahaan Biang Karhutla 2023-2025 Belum Kelar
CNN Indonesia · 1 September 2026 pukul 17.23
12 Perusahaan Diduga Jadi Biang Karhutla di Kalimantan
CNN Indonesia · 1 September 2026 pukul 14.20
Kemenhut Beri Sanksi 6 Korporasi Terkait Karhutla di Kalimantan, Beri Efek Jera
JawaPos · 1 September 2026 pukul 10.45