Trump Puji Pakta Pertahanan Makkah, Sebut Arab Saudi-Turki-Pakistan Makin Kuat
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden AS Donald Trump menyambut positif penandatanganan Pakta Pertahanan Makkah oleh Arab Saudi, Turki, dan Pakistan. Melalui akun Truth Social, Trump menyebut kesepakatan itu sebagai langkah besar yang menunjukkan kemampuan negara-negara Timur Tengah memperkuat pertahanan secara mandiri. Trump menilai pakta tersebut menjadi tanda semakin bersatunya negara-negara di kawasan.
Pakta Pertahanan Makkah ditandatangani ketiga negara pada awal Agustus 2026. Salah satu klausul utamanya mirip dengan prinsip pertahanan kolektif NATO, di mana serangan terhadap satu negara anggota dianggap sebagai serangan terhadap seluruh anggota. Kesepakatan ini muncul di tengah konflik yang masih berlangsung antara AS dan Iran, sehingga mendapat perhatian karena berpotensi memengaruhi dinamika keamanan Timur Tengah.
Kementerian Luar Negeri Pakistan menegaskan pakta itu bertujuan memperkuat pencegahan kolektif serta mendorong perdamaian dan stabilitas di kawasan. Ketiga negara juga menyatakan komitmen untuk terlibat dalam upaya penyelesaian konflik AS-Iran, memberikan dimensi strategis tambahan pada kesepakatan pertahanan tersebut.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 18 Agustus 2026 pukul 15.20
Trump Ancam Serang Oman Jika Halangi Kesepakatan Hormuz
Media Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 13.14
Erdogan Desak Trump Gunakan Diplomasi Redam Ketegangan AS-Iran
SINDOnews · 18 Agustus 2026 pukul 05.15
Tak Bisa Mundur dari Perang Iran, Pakar Militer Sebut Trump Akan Cari Kambing Hitam
SINDOnews · 16 Agustus 2026 pukul 13.29
Mahfuz Sidik Sebut Pakta Makkah Berpotensi Lahirkan Tatanan Dunia Baru
Berita terkait
Harga Minyak Dunia Melesat 1,27% usai Trump Tolak Proposal Damai Iran
CNN Indonesia · 28 September 2026 pukul 09.56
Harga Minyak Kembali di Bawah US$ 100 Usai Trump Buka Diplomasi dengan Iran
Liputan6.com · 22 September 2026 pukul 07.24
Rudal Houthi Guncang Riyadh, AS Waspada Eskalasi dan Trump Gelar Rapat Darurat
Warta Ekonomi · 20 September 2026 pukul 17.23
Mimpi Buruk Arab Saudi, Putra Mahkota Sampai Mohon-Mohon ke Trump
CNBC Indonesia · 13 September 2026 pukul 06.00