Video: Jika Bunga The Fed Akhir Tahun Naik, Ini Efeknya ke IHSG-Rupiah
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pasar memproyeksi The Fed akan menaikkan suku bunga acuan sebesar 25-50 basis poin hingga akhir 2026, didorong oleh data NFP yang kuat dan inflasi AS yang masih tinggi. Dampaknya, IHSG diproyeksikan berada di rentang 7.000-7.300 secara positif, namun bisa merosot ke 6.000 dalam skenario negatif. Proyeksi ini sangat bergantung pada kebijakan The Fed, BI Rate, dan nilai tukar rupiah. Sementara itu, SBN 10 tahun diproyeksikan mencapai 7,2% dengan rentang 6,7%-7,8%, sementara BI Rate diperkirakan akan tetap ditahan hingga akhir 2026. Di kondisi higher for longer ini, bisnis reksa dana terdampak kuat, dengan saham dipengaruhi pergerakan IHSG dan RDPT menunjukkan potensi imbal hasil positif di level 7,1%-7,2%.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
ANTARA News · 9 September 2026 pukul 16.10
Rupiah menguat seiring arus modal masuk yang deras ke pasar obligasi
kumparan · 9 September 2026 pukul 09.03
IHSG Dibuka Menguat 0,22 Persen ke Level 6.700
ANTARA News · 8 September 2026 pukul 11.04
Rupiah diprediksi menguat karena mayoritas mata uang kawasan membaik
kumparan · 8 September 2026 pukul 09.04
IHSG Dibuka Menguat 0,30 Persen ke Level 6.639, Bursa Asia Bervariasi
Berita terkait
Video: Pengelola Dana Jumbo Ungkap Nasib Rupiah-Kebijakan BI dan The Fed
CNBC Indonesia · 3 September 2026 pukul 15.33
Rupiah Terancam Melemah ke Rp 17.800, Efek Konflik AS-Iran dan Suku Bunga The Fed
JawaPos · 3 September 2026 pukul 07.45
Rupiah Menguat ke Rp17.718, Pasar Tunggu Arah Suku Bunga dari Pidato Kevin Warsh
VOI · 28 Agustus 2026 pukul 17.15
Di Era Suku Bunga Tinggi, Ini Instrumen Investasi yang Menarik
CNBC Indonesia · 26 Agustus 2026 pukul 19.30