Wamen ESDM Sebut Anggaran Subsidi Energi Terancam Bengkak Rp 300 T
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Wamen ESDM Yuliot menyatakan konflik global seperti perang AS-Iran di Timur Tengah dan Rusia-Ukraina mengganggu rantai pasok energi dunia, menyebabkan kenaikan biaya produksi energi nasional. Dampaknya, APBN terancam bengkak subsidi energi Rp 300 triliun jika tidak segera beralih ke energi baru dan terbarukan (EBT). Saat ini, anggaran subsidi dan kompensasi energi pada APBN 2026 mencapai Rp 381,3 triliun, dengan realisasi pembayaran semester I sudah Rp 233 triliun. Pemerintah berupaya mencapai swasembana energi melalui peningkatan bauran EBT, termasuk sektor bahan bakar nabati dan pembangkit listrik 100 GW dari energi bersih seperti surya dan panas bumi.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 2 September 2026 pukul 13.55
Wamen ESDM Ungkap Subsidi Energi Bisa Bengkak Rp300 T Jika EBT Lambat
Liputan6.com · 2 September 2026 pukul 13.30
Konflik Geopolitik Ancam APBN, Subsidi Energi Diprediksi Naik Rp 300 Triliun
Warta Ekonomi · 31 Agustus 2026 pukul 16.30
Rupiah Melemah ke Rp17.772, Subsidi Energi Jadi Ancaman Baru bagi Fiskal
Liputan6.com · 31 Agustus 2026 pukul 13.30
Kuota LPG 3 Kg Diprediksi Jebol, Pemerintah Buka Suara
Berita terkait
RI Darurat Reformasi Subsidi Energi, Ekonom Beberkan Alasannya
CNBC Indonesia · 28 Agustus 2026 pukul 14.55
Program PLTS 100 GWp Butuh Investasi Rp1.140 Triliun, Bidik 5,5 Juta Lapangan Kerja
VOI · 28 Agustus 2026 pukul 11.11
Bahlil: Program PLTS 100 GWp Berpotensi Ciptakan 5,52 Juta Lapangan Kerja
Media Indonesia · 25 Agustus 2026 pukul 18.35
Subsidi BBM, LPG-Listrik di 2026 Diperkirakan Naik Jadi Rp 227 Triliun
CNBC Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 15.30