Wamenkeu evaluasi insentif pajak guna beri dampak konkret investasi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Wakil Menteri Keuangan Juda Agung menyatakan evaluasi insentif pajak harus menghasilkan tambahan investasi nyata, lapangan kerja, dan produktivitas. Evaluasi ini menjadi salah satu dari tiga prioritas reformasi perpajakan pemerintah. Dengan memanfaatkan data administrasi dan pengawasan berbasis risiko, diharapkan dapat mengidentifikasi kesenjangan perpajakan dan menyasar area yang paling membutuhkan perhatian. Pemerintah juga berupaya menyederhanakan prosedur perpajakan, mengedukasi pelaku usaha, serta menggunakan teknologi seperti big data dan AI untuk mengoptimalkan penerimaan pajak. Evaluasi insentif pajak juga disesuaikan dengan pajak minimum global (GMT) yang ditetapkan tarifnya 15 persen, dengan pertimbangan instrumen seperti hibah tunai dan kredit pajak sebagai alternatif. Reformasi ini bertujuan mencapai target RAPBN 2027.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Media Indonesia · 15 September 2026 pukul 10.25
Insentif Pajak Penting untuk Jaga Daya Saing Investasi dan Lapangan Kerja
Berita terkait
Wamenkeu nilai pemanfataan "big data" bisa optimalkan penerimaan pajak
ANTARA News · 16 September 2026 pukul 18.27
Kemenkeu kaji ulang insentif untuk sesuaikan pajak minimum global
ANTARA News · 16 September 2026 pukul 16.30
Kemenkeu sebut empat prinsip utama dalam pemberian insentif pajak
ANTARA News · 16 September 2026 pukul 16.09
Investor Incar Proyek PLTS di Indonesia
Liputan6.com · 8 September 2026 pukul 20.15