Jakarta · Senin, 24 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Jelang Muktamar NU-35, FUN Serukan Tolak Politik Uang dan Risywah dalam Pemilihan AHWA

Forum Ulama Nahdliyyin (FUN) menggelar Halaqah Jam'iyyah di Jakarta pada 21 Agustus 2026 dengan tema Menyelamatkan Marwah Syuriyah dan Kemuliaan Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA). Dalam kegiatan ini, para ulama menyerukan penolakan terhadap politik uang dan risywah dalam proses pemilihan AHWA jelang Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama. KH Mujib Qulyubi menyatakan bahwa sistem AHWA hadir untuk mencegah politik uang, namun PBNU sudah mengeluarkan pedoman lima poin yang sering dilanggar secara prosedural dan substantif. Ia juga menyoroti indikasi dugaan 'tembak di tempat' dan paket lengkap dari luar dalam proses penentuan AHWA. KH Samsul Ma'arif menilai ishlah antara Rais Aam Kiai Miftahul Ahyar dan Ketum PBNU Gus Yahya hanya formalistik dan tidak nyata. KH Adnan Anwar menekankan pentingnya memahami geopolitik kekinian, termasuk ancaman terhadap pesantren dan isu kebangsaan Islam di Indonesia.

Sementara itu, FUN juga mendorong perubahan kepemimpinan PBNU menjelang Muktamar ke-35. KH Mujib Qulyubi menuntut pasangan Rais Aam dan Ketua Umum yang mampu memimpin para kiai, aktivis, akademisi, dan profesional. KH Mukti Ali Qusyairi mendukung pandangan ini, menekankan bahwa anggota AHWA harus terdiri dari ulama sepuh dengan kapasitas keilmuan dan rekam je-cat kepemimpinan yang solid. KH Adnan Anwar membandingkan situasi saat ini dengan masa kecil Kiai Said Aqil Siradj yang dikenal mendukung kemajuan pendidikan dan pengembangan pesantren.

Muktamar ke-35 NU akan digelar 27-31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Tambakberas, Jombang. Mekanisme pemilihan akan menggunakan tahapan: dulu memilih 9 AHWA dari usulan cabang dan wilayah, kemudian AHWA memilih Rais Aam PBNU, dan terakhir ditentukan Ketua Umum PBNU. Dua opsi yang ditawarkan untuk pemilihan Ketua Umum adalah pemilihan langsung oleh muktamirin atau transfer kepemilihan kepada AHWA. KH Imron Rosyadi menegaskan bahwa pemilihan Rais Aam melalui AHWA sudah diatur dalam anggaran lama. Di sisi lain, KH Abdussalam Shohib (Gus Salam) optimis mampu merekap 60% pemilik suara, dengan timnya telah melakukan silaturahmi fisik dengan 30 PWNU dan 470+ PCNU serta komunikasi intensif dengan semua fungsionaris. Berdasarkan DPT sebanyak 556 lembaga (PWNU, PCNU, PCINU) berhak memilih.

Menurut tiap media