Jakarta · Minggu, 6 September 2026Cari
WargaKonoha

Letusan Anak Krakatau dan Peringatan Tragedi Krakatau 1883

Gunung Anak Krakatau kembali aktif erupsi sejak 2 Juli 2026, naik dari Level II (Waspada) ke Level III (Siaga). Letusan berlangsung 4-6 September 2026 dengan kolom abu mencapai 15 km, gempa tremor 21.600 detik, serta semburan lava, aliran lava, batu pijar, awan panas, dan hujan abu. BNPB memastikan tidak ada ancaman tsunami karena volume tubuh masih kecil. Sebaran abu mencapai Banten, Jawa Barat, DKI Jakarta, Lampung, dan Bengkulu. Profesor BRIN Erma Yulihastin mengingatkan tragedi letusan Krakatau 1883 yang menyebabkan gelap global, tsunami maksimal 40 meter, korban mencapai 120.000 orang, serta suhu global turun 1,2 derajat selama lima tahun. Beberapa media menyebutkan perbedaan tanggal letusan (2024 vs 2026) dan korban/tsunami 1883 (34.000-120.000 orang; 36,5-42 meter). Letusan Anak Krakatau yang lahir 1927 masih menjadi ancaman bagi komunitas sekitarnya.

Menurut tiap media