Jakarta · Minggu, 30 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Pasar Global dan Rupiah Reagak pada Pidato Warsh, Inflasi AS Masih Di Atas Target The Fed

Pasar keuangan global dan rupiah merespons pidato Ketua Federal Reserve Kevin Warsh di Simposium Ekonomi Jackson Hole. Bursa Asia-Pasifik bergerak variatif dengan Nikkei 225 naik 0,19%, Kospi turun 1,16%, dan S&P/ASX 200 naik 0,25%. Rupiah dibuka kuat di Rp17.718 per dolar AS, naik 0,15% dari penutupan sebelumnya. Pasar menantikan sinyal kebijakan suku bunga AS setelah pernyataan Warsh yang menekankan inflasi masih menjadi risiko serius.

Warsh menyatakan inflasi AS masih jauh di atas target The Fed sebesar 2% dan menolak memberikan panduan kebijakan ke depan. Menurutnya, inflasi tahunan mencapai 3,7% hingga 4,1%, sementara inflasi inti berada di 3,7%. Data PCE naik 0,2% secara bulanan melebihi perkiraan. Warsh menegaskan The Fed harus fokus pada data ekonomi dan siap menaikkan suku bunga jika inflasi tidak turun cepat menuju target.

Reaksi pasar terlihat pada lonjakan probabilitas kenaikan suku bunga pada September. CNBC Indonesia melaporkan peluang naik dari 35% ke 58% dalam sehari, sementga Liputan6.com mencatat kenaikan ke 55,7%. Imbal hasil obligasi AS naik, dengan yield 30 tahun mencapai 5,3% dan 10 tahun ke 4,721%. Departemen Keuangan AS mengumumkan rencana buyback obligasi untuk menstabilkan pasar. Para investor masih menunggu keputusan The Fed pada pertemuan FOMC 15-16 September 2026.

Menurut tiap media