Anak Krakatau Ternyata Tumbuh Lagi Setelah Runtuh ke Laut
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Gunung Anak Krakatau ternyata kembali tumbuh setelah sebagian besar tubuhnya runtuh ke laut pada 22 Desember 2018. Keruntuhan tersebut menghilangkan sebagian besar gunung yang berada di atas permukaan laut, dengan volume material sekitar 0,116 kilometer kubik dan ketinggian berkurang dari sekitar 330 meter hingga 120 meter. Sejak 2019, gunung api ini memasuki fase rekonstruksi melalui erupsi Strombolian, lava fountain, dan aliran lava, yang secara bertahap membangun kerucut baru di dalam kawah pascakolaps. Proses pertumbuhan ini diperkirakan masih berlangsung hingga 2026, menurut studi yang melibatkan BRIN, University of Birmingham, ITB, Penn State University, British Geological Survey, University of Oxford, dan PVMBG.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 25 September 2026 pukul 07.35
Sempat Runtuh 2018, Gunung Anak Krakatau Kini Tumbuh Lagi
SINDOnews · 24 September 2026 pukul 22.44
Daratan Baru Sekitar Anak Krakatau Berpotensi Jadi Cucu Krakatau, Ini Penjelasan BMKG
CNN Indonesia · 24 September 2026 pukul 10.26
Pakar Beri Penjelasan Soal Kemunculan Daratan Baru "Cucu Krakatau"
CNN Indonesia · 24 September 2026 pukul 10.26
Pakar: Daratan Baru Dekat Anak Krakatau Bukan "Cucu Krakatau"
Berita terkait
BRIN Ungkap Fase Anak Krakatau, Masih Jauh dari Letusan Dahsyat Seperti 1883
Detik.com · 14 September 2026 pukul 14.22
Anak Krakatau Muncul di Permukaan Laut Hampir 100 Tahun, Ini Jejaknya
CNBC Indonesia · 7 September 2026 pukul 17.33
Abu Anak Krakatau Bisa Menyebar Jauh Dipengaruhi Ketinggian Erupsi dan Angin
Media Indonesia · 18 September 2026 pukul 08.29
Pertumbuhan Gunung Anak Krakatau Meroket Cepat, Ini Penjelasan PVMBG
Media Indonesia · 17 September 2026 pukul 19.51