Jakarta · Selasa, 18 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

AS Larang Robot Buatan Asing, Upaya untuk Jegal China?

Pemerintah Amerika Serikat melalui Komisi Komunikasi Federal (FCC) mengumumkan larangan impor robot canggih dan inverter daya buatan asing. Larangan ini didasarkan pada risiko keamanan nasional, di mana robot dapat mengumpulkan data untuk aktivitas spionase, meningkatkan kemampuan badan intelijen asing, dan mengancam rantai pasokan serta keamanan siber. Meski tidak menyebutkan negara tertentu, langkah ini dianggap sebagai upaya untuk menjegal industri robotika China yang berkembang pesat.

Definisi robot canggih menurut FCC mencakup perangkat yang mampu bergerak, menghindari rintangan, memiliki chip konektivitas dan pendeteksi lingkungan, serta berat lebih dari 2 kilogram termasuk stasiun pengisian daya. Ini berpotensi mempengaruhi berbagai produk termasuk robot penyedot debu. Larangan hanya berlaku untuk perangkat baru yang belum dirilis, sementara model yang sudah diizinkan tetap bisa dijual di ritel, namun FCC berwenang mencabut izin penjualannya.

Dampak besar dirasakan oleh perusahaan China seperti Unitree yang menguasai hampir 20% pasar robot humanoid global, serta produsen inverter terkemuka Sungrow dan Huawei. Larangan ini mencerminkan ketegangan dalam perdagangan dan keamanan teknologi antara AS dan China.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait