AS Larang Robot Buatan Asing, Upaya untuk Jegal China?
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah Amerika Serikat melalui Komisi Komunikasi Federal (FCC) mengumumkan larangan impor robot canggih dan inverter daya buatan asing. Larangan ini didasarkan pada risiko keamanan nasional, di mana robot dapat mengumpulkan data untuk aktivitas spionase, meningkatkan kemampuan badan intelijen asing, dan mengancam rantai pasokan serta keamanan siber. Meski tidak menyebutkan negara tertentu, langkah ini dianggap sebagai upaya untuk menjegal industri robotika China yang berkembang pesat.
Definisi robot canggih menurut FCC mencakup perangkat yang mampu bergerak, menghindari rintangan, memiliki chip konektivitas dan pendeteksi lingkungan, serta berat lebih dari 2 kilogram termasuk stasiun pengisian daya. Ini berpotensi mempengaruhi berbagai produk termasuk robot penyedot debu. Larangan hanya berlaku untuk perangkat baru yang belum dirilis, sementara model yang sudah diizinkan tetap bisa dijual di ritel, namun FCC berwenang mencabut izin penjualannya.
Dampak besar dirasakan oleh perusahaan China seperti Unitree yang menguasai hampir 20% pasar robot humanoid global, serta produsen inverter terkemuka Sungrow dan Huawei. Larangan ini mencerminkan ketegangan dalam perdagangan dan keamanan teknologi antara AS dan China.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 31 Juli 2026 pukul 21.00
China Kasih Peringatan Keras ke Amerika, Ancam Pembalasan Penuh
CNN Indonesia · 31 Juli 2026 pukul 07.59
Respons Larangan Impor Robot, China Bakal Balas Jika AS Bersikukuh
SINDOnews · 30 Juli 2026 pukul 19.25
Tren Wahana Canggih Siap Ubah Wajah Wisata Rekreasi Indonesia
CNBC Indonesia · 30 Juli 2026 pukul 14.25
Dulu Ramai Diserbu Anak Muda, Profesi Ini Sekarang Punah Diganti Mesin
Berita terkait
China Balas Amerika, Respons Anak Buah Trump Tidak Terduga
CNBC Indonesia · 12 Agustus 2026 pukul 08.15
Uji Coba Rudal China dan Dilema Baru Negara-Negara Kepulauan Pasifik
SINDOnews · 18 Agustus 2026 pukul 09.42
AS Bongkar Skandal Raksasa, Lebih dari 40 Negara Bantu China Akali Tarif Trump
SINDOnews · 17 Agustus 2026 pukul 15.01
Cetak Rekor, Kereta Maglev China Tembus 800 Km/Jam dalam 5,3 Detik!
Detik.com · 17 Agustus 2026 pukul 12.40