BSSN Pastikan Dugaan Kebocoran Data di Internet Bukan Insiden Baru
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mengonfirmasi bahwa dugaan kebocoran data pribadi, termasuk data Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid, bukan merupakan insiden baru. Hasil analisis awal menunjukkan data tersebut adalah kumpulan informasi terbuka dan data dari kebocoran lama yang dikumpulkan kembali lalu diedarkan ulang oleh pihak tertentu.
BSSN tetap menindaklanjuti kasus ini melalui koordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Digital serta aparat penegak hukum untuk melacak sumber peredaran guna mencegah penyalahgunaan. BSSN mengimbau masyarakat agar tidak menyebarluaskan data pribadi siapa pun dan menyarankan langkah pengamanan seperti mengganti kata sandi serta mengaktifkan verifikasi dua langkah.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 5 Oktober 2026 pukul 16.59
BSSN Bongkar Fakta Dugaan Kebocoran Data Pribadi Pejabat yang Beredar
JawaPos · 6 Oktober 2026 pukul 15.30
Kukuhkan 59 TTIS, BSSN Perkuat Keamanan Siber Nasional untuk Antisipasi Berbagai Ancaman
SINDOnews · 6 Oktober 2026 pukul 14.06
Perkuat Keamanan Siber Nasional, BSSN Kukuhkan 59 TTIS di Pemda hingga Kementerian
Liputan6.com · 5 Oktober 2026 pukul 19.00
BSSN Dorong Pengamanan Data Antar-Perangkat Masuk RUU Satu Data Indonesia
Berita terkait
Data Pribadi Meutya Hafid Diduga Bocor dan Dijual, DPR: Harus Ditanggapi secara Serius
SINDOnews · 3 Oktober 2026 pukul 19.22
Heboh Data Pribadi Menkomdigi Meutya Hafid Diduga Bocor, Komdigi-BSSN Usut Jual Beli Data Ilegal
SINDOnews · 3 Oktober 2026 pukul 17.46
Kemkomdigi Investigasi Dugaan Kebocoran dan Jual Beli Data Pribadi
JawaPos · 2 Oktober 2026 pukul 22.00
KTP atau Data Pribadi Bocor di Internet? Inilah Cara Mengantisipasinya
JawaPos · 2 Oktober 2026 pukul 16.45