Menelisik Sejarah Erupsi Anak Krakatau, Gunung Unik di Selat Sunda
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Gunung Anak Krakatau erupsi pada 4-5 September 2026 di Selat Sunda, melontarkan lava pijar dan menyebabkan gangguan pada kamera pengamatan. Erupsi ini masih berlanjut meski sudah berhenti pada 6 September pukul 00.04 WIB, dengan status gunung tetap pada Level III Siaga. Aktivitas meningkat sejak Juni 2026, ditandai dengan emisi gas SO2, anomali panas, dan kenaikan level dari Waspada ke Siaga pada 2 Juli 2026.
Gunung ini terbentuk dari proses konstruksi pasca erupsi Krakatau 1883 yang menyisakan kaldera. Material vulkanik menumpuk sejak 1927 hingga munculnya struktur gunung pada 1929. Sejak itu, Anak Krakatau terus berkembang melalui aktivitas magmatik, kadang bertambah tinggi maupun mengalami penurunan seperti pada 2018.
Pada 22 Desember 2018, longsoran material vulkanik ke laut memicu tsunami non-tektonik yang menyerang pesisir Banten dan Lampung. BMKG menegaskan bahwa bahaya utama bukan hanya dari lava atau abu, tetapi juga dari perubahan bentuk gunung dan massa jatuh ke laut. Pemantauan dilakukan secara menyeluruh termasuk aktivitas magma, pergerakan batuan, dan kondisi perairan sekitar.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 7 September 2026 pukul 10.34
Tubuh Anak Krakatau Kembali Tumbuh, Karakter Erupsi Dipantau Ketat
Warta Ekonomi · 7 September 2026 pukul 07.15
Erupsi Anak Krakatau Tak Bisa Diremehkan, Sejarah Kelamnya Pernah Bikin Geger Dunia
VOI · 6 September 2026 pukul 16.05
BMKG Pantau Anak Krakatau 24 Jam, 20 Alat Pengukur Tsunami Disiagakan di Selat Sunda
kumparan · 6 September 2026 pukul 15.51
Erupsi Anak Krakatau, Pangdam XXI Siagakan 605 Personel Termasuk Ambulans
Berita terkait
Erupsi Anak Krakatau Bikin Cemas, Menkomdigi Wanti-wanti Hoaks
CNN Indonesia · 6 September 2026 pukul 17.00
10 Fakta Letusan Dahsyat Krakatau yang Hebohkan Dunia
Detik.com · 6 September 2026 pukul 14.00
Fenomena Anak Krakatau Ini Tak Bisa Disepelekan, Taruhannya Nyawa
SINDOnews · 6 September 2026 pukul 13.32
7 Fakta Ilmiah Gunung Krakatau yang Bikin Penghuni Bumi Ketakutan
SINDOnews · 6 September 2026 pukul 13.03