Jakarta · Selasa, 25 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

PM Singapura Soroti Bahaya Medsos bagi Anak: Fiturnya Bikin Kecanduan

Perdana Menteri Singapura, Lawrence Wong, menyoroti bahaya medsos bagi anak dan remaja. Ia menyatakan beberapa platform sengaja dirancang dengan fitur yang membuat pengguna terus menggulir layar dan mengklik konten tanpa henti. Wong menekankan bahwa otak anak masih berkembang dan lebih mudah terpengaruh tekanan sosial. Menurutnya, sekitar satu dari enam anak muda berusia 10-24 tahun di Singapura menunjukkan tanda-tanda penggunaan medsos yang bermasalah, dengan sebagian menghabiskan enam hingga tujuh jam sehari di media sosial. Wong menekankan bahwa batas usia minimum 13 tahun tidak cukup, sehingga pemerintah akan mewajibkan platform menerapkan sistem pemeriksaan usia yang lebih kuat. Selain itu, perlindungan tidak hanya untuk anak di bawah 13 tahun, tetapi juga remaja yang sudah memenuhi batas usia tersebut. Pemerintah Singapura membuka kemungkinan menaikkan batas usia minimum akses medsos di atas 13 tahun. Pada 28 Maret 2026, pemerintah menerapkan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP Tunas). Indonesia juga mengeluarkan Permenkomdigi Nomor 9 Tahun 2026 untuk memperjelas kepatuhan platform terhadap perlindungan anak di ruang digital.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait