Trump-Netanyahu Hebohkan Gunung Pickaxe Iran, Diduga Punya Nuklir Bawah Tanah
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu membahas dugaan fasilitas nuklir bawah tanah di Gunung Pickaxe, Iran. Trump mengkritik Netanyahu karena mengumumkan informasi ini kepada publik, seharusnya langsung disampaikan kepadanya. Gunung Pickaxe terletak 220 km dari Teheran dan dekat fasilitas Natanz yang pernah dibom dalam konflik sebelumnya. Para ahli memperkirakan kompleks tersebut sedang dibangun sejak 2020, tersembunyi hampir 100 meter di dalam gunung, untuk menginstal sentrifugal pemisah uranium guna pengayaan bahan bakar nuklir. Badan Energi Atom Internasional (IAEA) menyebut Iran secara sistematis menempatkan fasilitas sensitif di bawah tanah. Fasilitas ini belum beroperasi, namun konstruksi berlanjut dan pintu masuk terowongan telah diperkuat berdasarkan citra satelit. Di sisi lain, Iran membantah adanya aktivitas nuklir di Gunung Pickaxe, menuduh AS dan Israel menggunakan dalih tersebut untuk agresi. Juru bicara Kemenlu Iran menegaskan bahwa semua aktivitas nuklir Iran telah dideklarasikan kepada IAEA sesuai kewajiban, dan menuduh AS melanggar hukum internasional dengan menyerang fasilitas nuklir Iran.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 31 Juli 2026 pukul 20.30
Negara Teluk Uji Pengaruh China ke Iran, Sekuat Apa Xi Jinping?
CNBC Indonesia · 31 Juli 2026 pukul 17.40
Perang AS-Iran Makin Melebar, Teheran Warning NATO
SINDOnews · 30 Juli 2026 pukul 10.40
Netanyahu Sesumbar Tak Takut Ditangkap oleh Banyak Negara karena Dilindungi Pasukan Khusus Israel
SINDOnews · 30 Juli 2026 pukul 08.46
Trump Ancam Iran, Harga Minyak Dunia Melesat Lebih 7% Tembus USD90 per Barel
Berita terkait
Netanyahu Bantah Dikte Trump soal Iran
Detik.com · 29 Juli 2026 pukul 14.25
Trump Kesal Netanyahu Ngoceh soal Gunung Pickaxe Iran
Detik.com · 29 Juli 2026 pukul 11.15
Bahas Cegah Nuklir Iran dengan Trump, Netanyahu: Percakapan Terbaik Kami
Detik.com · 29 Juli 2026 pukul 05.31
Tak Bisa Mundur dari Perang Iran, Pakar Militer Sebut Trump Akan Cari Kambing Hitam
SINDOnews · 18 Agustus 2026 pukul 05.15