Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

5 Fakta Migran Ilegal Menyerbu Spanyol hingga Jatuh Korban Jiwa

Ribuan migran ilegal menyerbu kota otonom Spanyol, Ceuta, di Afrika Utara pada akhir Juli 2026. Mereka berenang dan menerobos perbatasan dari Maroko, dengan estimasi 2.000 hingga 3.000 orang berhasil masuk secara ilegal pada Kamis, 30 Juli. Di antara migran terdapat perempuan dan anak-anak dari Maroko dan kawasan Afrika Sub-Sahara. Situasi memicu bentrokan yang mengakibatkan sedikitnya satu bus dan tujuh kendaraan terbakar. Otoritas Spanyol mengerahkan pasukan militer dan kepolisian, sementara Maroko menggunakan truk meriam air dan memperketat keamanan di perbatasan.

Insiden ini mengakibatkan setidaknya 18 orang tewas, seperti diumumkan oleh Kementerian Luar Negeri Spanyol. Para migran menghadapi kondisi berbahaya, dengan laporan desak-desakan dan injak-injak di jalur pesisir yang sempit. Penyebab pasti lonjakan ini belum diketahui, tetapi laporan dari Forbes dan The Guardian menyebutkan faktor seperti kebijakan imigrasi pro-imigrasi Perdana Menteri Pedro Sánchez dan aktivitas organisasi kriminal di Maroko. Meskipun jalur penyeberangan diblokir, migran terus mencari rute alternatif, termasuk berenang di perbatasan laut.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait