Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Update Chaos Serbuan Migran ke Spanyol: Nekat Berujung Penyesalan

Gelombang besar migran yang menyerbu Ceuta, wilayah kantong Spanyol di Afrika Utara, mulai berbalik arah ke Maroko setelah menghadapi kondisi pahit. Banyak dari mereka terinspirasi oleh video viral di media sosial yang menyebut perbatasan bisa ditembus, namun kenyataannya mereka kesulitan hidup di Ceuta, termasuk kelaparan dan kelelahan. Contohnya, seorang migran bernama Brahim meninggalkan pekerjaannya dan bertahan tiga hari hanya dengan minum air karena tidak mampu membeli makanan.

Di Ceuta, migran mengeluhkan harga makanan yang sangat mahal, seperti sandwich tuna seharga 100 dirham (sekitar Rp193.000), dan banyak toko serta supermarket tutup sehingga sulit memperoleh kebutuhan dasar. Selain itu, ada laporan intimidasi dari penduduk lokal yang memaksa mereka pergi. Saat ini, jalanan di Fnideq, Maroko yang berbatasan dengan Ceuta, tampak sepi dibandingkan beberapa hari lalu yang ramai migran. Diperkirakan masih ada ribuan migran yang bertahan di Ceuta, sementara pusat penampungan sudah penuh dan bantuan terbatas.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait