Abraham Samad: Indonesia Butuh Grand Design Pemberantasan Korupsi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9341220/original/077332600_1788591760-fbc2514d-08fc-4773-9476-8cd14c1be1e7.jpg)
Mantan KPK Abraham Samad menyatakan korupsi Indonesia telah berkembang menjadi 'state capture corruption', yakni ketika kepentingan tertentu memengaruhi kebijakan dan institusi negara. Ia menilai sistem penegakan hukum tidak independen, sehingga pemberantasan korupsi tidak efektif. Samad menekankan perlunya grand design pemberantasan korupsi yang menyeluruh dan pembenahan sistem peradilan pidana. Sementara itu, Komaruddin Hidayat menyoroti ancaman perubahan ruang publik di era digital, di mana banjir informasi dan hoaks dapat mengubah nalar publik menjadi emosi. Fadli Zon menekankan pentingnya budaya sebagai investasi, bukan cost center, untuk menjaga identitas Indonesia. Sementara Rhenald Kasali menjelaskan 'human disruption' yang disebabkan teknologi, yang tidak hanya mengubah bisnis tetapi juga perilaku dan identitas manusia.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 3 September 2026 pukul 16.52
Garang Berantas Korupsi, Kejagung Didesak Tak Pandang Bulu Usut Kasus Febrie Adriansyah
Berita terkait
Kejagung Diharapkan Tak Ragu Tuntut Berat Febrie Adriansyah Jika Terbukti Korupsi
SINDOnews · 1 September 2026 pukul 20.08
Penuhi Panggilan Sebagai Saksi, BPKH Tegaskan Komitmen Dukung Penegakan Hukum
JPNN.com · 30 Agustus 2026 pukul 10.25
Perkara Dugaan Pengamanan Judol, Pengamat Tekankan Pentingnya Uji Fakta dan Alat Bukti
Media Indonesia · 28 Agustus 2026 pukul 12.49
Jadi Saksi Kasus Korupsi Kuota Haji, BPKH Komitmen Dukung Penegakan Hukum
SINDOnews · 28 Agustus 2026 pukul 09.01