Pemerintah Targetkan Penetapan Lokasi PLTN Paling Lambat 2027
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah Indonesia menargetkan penetapan lokasi pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) paling lambat pada 2027 sebagai bagian dari pengembangan energi baru dan terbarukan. Deputi Kemenko Perekonomian Elen Setiadi menyatakan bahwa penetapan tapak pembangunan akan mempertimbangkan teknologi PLTN serta mitra internasional dari Amerika Serikat, Korea Selatan, Jepang, dan Rusia. Pengembangan PLTN didukung oleh RUPTL 2025-2034 yang menambah kapasitas listrik sebesar 69,5 GW, dengan 42,6 GW dari energi terbarukan. Proyek ini bertujuan menyediakan energi yang cukup, andal, kompetitif, dan berkelanjutan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi serta menghadapi peningkatan kebutuhan listrik nasional yang diproyeksikan mencapai 600 TWh dengan konsumsi per kapita 2.000 kWh pada 2030. Selain PLTN, pemerintah juga mempromosikan pengembangan energi surya, hidro, angin, bioenergi, panas bumi, dan energi laut, serta menguasai green super grid sepanjang 70.000 km pada 2040.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 30 September 2026 pukul 14.30
Lokasi Pembangkit Nuklir Pertama Indonesia Ditetapkan 2026
Berita terkait
Pemerintah Targetkan Penetapan Lokasi PLTN Paling Lambat 2027
JawaPos · 30 September 2026 pukul 15.46
Ada 'Harta Karun Langka' Buat 'Nuklir' di RI, Segini Potensinya
CNBC Indonesia · 7 Agustus 2026 pukul 09.00
Implementasi RUPTL Bisa Datangkan Investasi Rp2.133 Triliun
JawaPos · 30 September 2026 pukul 00.15
Akomodasi Program Prabowo PLTS 100 GWp, Airlangga Minta RUPTL Direvisi
JawaPos · 29 September 2026 pukul 23.15