Akses Bantuan ke Tepi Barat Dihambat Lebih dari 900 Rintangan Israel
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Operasi kemanusiaan di Tepi Barat terhambat akibat lebih dari 900 rintangan fisik yang dipasang Israel, termasuk pos pemeriksaan, gerbang, dan blokade jalan. Pernyataan ini disampaikan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada hari Jumat. Daniela Gross De Almeida, juru bicara PBB, menyatakan bahwa rintangan-rintangan tersebut membatasi akses bantuan kemanusiaan sehingga warga yang membutuhkan tidak mendapatkan bantuan yang memadai. Mitra kemanusiaan yang bekerja di lapangan juga memastikan bahwa penyaluran bantuan terhambat dan dibatasi oleh jaringan rintangan fisik yang tersebar di berbagai lokasi. Di desa Qusra, dekat Nablus, petugas bantuan dan pekerja pemerintah daerah tidak dapat menjangkau tiga keluarga Palestina yang terisolasi akibat pendirian pos permukiman ekstremis Israel di dekat rumah mereka. Keluarga-keluarga tersebut terjebak di dalam rumah sejak hari Selasa dan tidak dapat keluar untuk memenuhi kebutuhan dasar. Pembatasan akses yang ketat di wilayah tersebut semakin memperparah situasi kemanusiaan bagi pendudadengan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Media Indonesia · 15 Agustus 2026 pukul 07.31
2 Keluarga Palestina Dikepung Pemukim Israel di Tepi Barat, Bantuan Ditolak Masuk
VOI · 14 Agustus 2026 pukul 10.00
Serangan Pemukim Israel Terhadap Warga Palestina Mencapai Tingkat yang Tidak Dapat Ditoleransi
Media Indonesia · 15 Agustus 2026 pukul 12.15
Pemukiman Israel Makin Desak Warga Palestina di Tepi Barat
Media Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 17.25
Masih Ada Uluran Tangan untuk Warga Palestina yang Dijajah Israel
Berita terkait
PBB Buka-bukaan Titik Kritis di Palestina, Masa Depan Dipertaruhkan
CNBC Indonesia · 12 Agustus 2026 pukul 21.40
Kepolisian Israel Kini Makin Berkuasa, Permudah Zionis Caplok Tepi Barat
SINDOnews · 15 Agustus 2026 pukul 12.25
Prancis Kecam Penjajah Israel Sita Rumah Warga Palestina di Tepi Barat
SINDOnews · 15 Agustus 2026 pukul 10.22
Warga Palestina Ungkap Kekejaman Penjajah Israel di Tepi Barat: Jangan Keluar, Nanti Kamu Dibunuh
SINDOnews · 15 Agustus 2026 pukul 08.28