Jakarta · Rabu, 23 September 2026Cari
WargaKonoha

Alram Defisit APBN Menyala, Ekonom Warning Bisa Tembus 3,1%

Defisit APBN 2026 berpotensi menembus 3,1% PDB, melebihi batas 3% yang sebelumnya dianggap stress scenario. Proyeksi ini didasarkan pada harga minyak mentah Indonesia (ICP) rerata US$89,24 per barel dan nilai tukar rupiah mencapai Rp17.391,85 per dolar AS. Kepala INDEF M. Rizal Taufikurahman menyatakan tekanan fiskal kini menjadi realitas, bukan lagi skenario risiko, dengan ruang menuju batas 3% hanya tersisa 0,15 poin persentase dari perkiraan saat ini (2,85%). Jika harga minyak tetap tinggi dan rupiah berkisar Rp17.000-Rp18.000/US$, beban akhirnya akan menimbang APBN. Ekonom BCA David E. Sumual memproyeksikan defisit bisa di bawah 3% dengan 2,9% melalui rasionalisasi belanja negara, sementara Ekonom UOB Kay Hian Surya Wijaksana memprediksi 2,7%-2,9% PDB berkat efisiensi anggaran dan penerimaan pajak tinggi.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait