Jakarta · Selasa, 18 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Amran Akan Buka-bukaan Lagi Soal Mafia Beras, Ini Bocorannya

Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengungkapkan akan terus membongkar praktik mafia beras yang merugikan petani dan masyarakat. Ia siap menghadapi risiko, termasuk kehilangan jabatannya, demi menegakkan keadilan.

Temuan Badan Pangan Nasional di DKI pada Juni 2026 menunjukkan hanya 3 dari 15 merek beras fortifikasi memenuhi standar SNI. Harga beras fortifikasi yang mencapai Rp42.500 per kg, padahal biaya produksi hanya Rp700-Rp1.000 per kg, diduga menyebabkan kerugian konsumen hingga Rp71,9 triliun per tahun. Pemerintah akan mengumumkan nama produsen bermasalah pada 31 Juli 2026 dan mencabut izin usaha.

Amran menyoroti ketimpangan harga di rantai pasok beras, di mana petani dibeli dengan harga rendah tetapi beras dijual mahal. Program beras fortifikasi, yang seharusnya membantu keluarga kurang mampu dan rentan stunting, menjadi tidak terjangkau karena harga tinggi. Ia mendesak penegak hukum mengusut mafia beras hingga tuntas.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait