Mentan Bongkar Dugaan Mafia Beras Nikmati Subsidi Pemerintah
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menduga praktik mafia beras memanfaatkan beras fortifikasi yang disubsidi pemerintah untuk keuntungan pribadi. Beras fortifikasi adalah beras yang diperkaya vitamin dan mineral untuk masyarakat berpenghasilan rendah, namun ditemukan dijual dengan harga tinggi hingga Rp42.000 per kg, padahal seharusnya sekitar Rp8.000 per kg. Subsidi pemerintah untuk sektor pangan mencapai Rp144 triliun, dengan nilai subsidi pada beras fortifikasi diperkirakan Rp56-60 triliun.
Uji laboratorium menunjukkan sekitar 80% beras fortifikasi terdaftar tidak memenuhi standar, berpotensi merugikan masyarakat hingga Rp71 triliun. Penyimpangan ini juga menyebabkan beras premium sulit ditemukan karena pelaku beralih ke beras fortifikasi. Menteri akan mencabut izin edar produk yang melanggar dan melaporkan ke Satgas Pangan Polri untuk proses hukum.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 2 Agustus 2026 pukul 11.42
Mentan dan Organisasi Kepemudaan Sepakat Gebuk Pelaku Beras Fortifikasi
CNBC Indonesia · 31 Juli 2026 pukul 19.55
Bos BGN Ingatkan Tugas Bulog Tetap Jaga Stok, Respons Soal Beras MBG
Detik.com · 31 Juli 2026 pukul 15.05
Terungkap 15 Merek Beras Berkedok Fortifikasi, Konsumen Rugi Rp 71 Triliun
CNBC Indonesia · 31 Juli 2026 pukul 13.30
Amran Bongkar Modus Baru Mafia Beras Ikut Nikmati Subsidi Pemerintah
Berita terkait
Penyimpangan Beras Fortifikasi Diperkirakan Rugikan Masyarakat Rp 71 T
Detik.com · 2 Agustus 2026 pukul 15.30
Pemerintah Perketat Pengawasan Pangan, 102 Tersangka Diproses sejak 2024
SINDOnews · 25 September 2026 pukul 11.30
Tindak 25 Merek Beras Fortifikasi Nakal, Amran Optimistis Harga Beras Turun
kumparan · 21 September 2026 pukul 11.04
Mentan Amran Sebut Pelaku Beras Fortifikasi Palsu akan Menyusul 102 Tersangka Mafia Pangan
Media Indonesia · 17 September 2026 pukul 17.29