Amran Akui Beras Premium Langka di Pasaran, Ini Penyebabnya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kelangkaan beras premium di pasaran disebabkan oleh dugaan pengalihan penjualan produsen ke beras fortifikasi untuk memperoleh margin keuntungan lebih besar. Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengungkap bahwa hasil uji laboratorium menunjukkan sekitar 80% sampel beras fortifikasi tidak memenuhi standar fortifikasi. Harga beras fortifikasi di pasaran mencapai Rp42.000 per kilogram, jauh dari yang seharusnya dekat dengan harga beras medium karena diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah dan penderita stunting.
Pemerintah akan menindak tegas dengan mencabut izin produsen yang terbukti melanggar. Saat ini, terdapat 40 izin beras fortifikasi yang diterbitkan, dan 15 merek sedang dalam pemeriksaan lebih lanjut. Pengujian akan diperluas hingga melibatkan 5-10 laboratorium, dengan sampel diambil dari 14 daerah sentra produksi di seluruh Indonesia untuk memastikan kepatuhan standar.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 31 Juli 2026 pukul 11.19
Mentan Ungkap Penyebab Beras Premium Langka karena Dikemas Jadi Fortifikasi
SINDOnews · 30 Juli 2026 pukul 14.01
Mentan Bongkar Ada Perusahaan Beras Raup Untung Tak Wajar Rp2 Triliun per Bulan
JPNN.com · 31 Juli 2026 pukul 21.30
Endang Setyawati Tohari Dorong Kementan Perkuat Pengawasan Demi Berantas Mafia Beras
Detik.com · 31 Juli 2026 pukul 06.57
Begini Modus Penipuan Kualitas Beras hingga Bikin Konsumen Rugi Rp 100 T
Berita terkait
Amran Bongkar Modus Mafia Beras, Tipu-Tipu Barang Subsidi
CNBC Indonesia · 2 Agustus 2026 pukul 18.30
Amran Perintahkan Cabut Izin Edar Beras Fortifikasi Bermasalah
CNBC Indonesia · 30 Juli 2026 pukul 21.10
Amran: Untung Rp 2 T Perusahaan Bukan Bisnis, tapi Rampas Hak Rakyat
CNBC Indonesia · 30 Juli 2026 pukul 10.21
Ini Biang Kerok Kenaikan Harga Beras
JPNN.com · 14 Agustus 2026 pukul 07.08