Jakarta · Selasa, 18 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Gertak Balik AS, Iran Minta Trump Berhenti Berkhayal Kuasai Selat Hormuz

Iran secara tegas menolak klaim Presiden AS Donald Trump yang menyatakan akan menjadikan Selat Hormuz sebagai wilayah AS. Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi menegaskan bahwa Selat Hormuz adalah milik Iran dan hanya akan dibuka atau ditutup atas perintah Iran. Penolakan ini memperuncing ketegangan antara Teheran dan Washington di tengah gangguan lalu lintas kapal dan pasokan energi global.

Gharibabadi mengatakan AS tidak memiliki kewenangan atas selat tersebut, yang telah menjadi salah satu titik utama konflik selama berbulan-bulan. Iran akan mempertahankan blokade terhadap jalur pelayaran ini selama AS belum menerima apa yang disebutnya sebagai kenyataan kekalahan dan masih terjebak dalam khayalan. Pernyataan ini merespons pidato Trump di akademi kepolisian New York pada Jumat, di mana ia mengumumkan rencana tersebut.

Trump sebelumnya juga berulang kali mengklaim AS telah mengendalikan Selat Hormuz. Namun, klaim ini dibantah oleh mantan diplomat AS Richard Haass, yang menegaskan tidak ada negara yang secara sepihak menguasai selat itu. Pembawa acara Fox News Bret Baier menambahkan bahwa lalu lintas kapal di jalur tersebut telah menyusut drastis.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait