Gertak Balik AS, Iran Minta Trump Berhenti Berkhayal Kuasai Selat Hormuz
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Iran secara tegas menolak klaim Presiden AS Donald Trump yang menyatakan akan menjadikan Selat Hormuz sebagai wilayah AS. Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi menegaskan bahwa Selat Hormuz adalah milik Iran dan hanya akan dibuka atau ditutup atas perintah Iran. Penolakan ini memperuncing ketegangan antara Teheran dan Washington di tengah gangguan lalu lintas kapal dan pasokan energi global.
Gharibabadi mengatakan AS tidak memiliki kewenangan atas selat tersebut, yang telah menjadi salah satu titik utama konflik selama berbulan-bulan. Iran akan mempertahankan blokade terhadap jalur pelayaran ini selama AS belum menerima apa yang disebutnya sebagai kenyataan kekalahan dan masih terjebak dalam khayalan. Pernyataan ini merespons pidato Trump di akademi kepolisian New York pada Jumat, di mana ia mengumumkan rencana tersebut.
Trump sebelumnya juga berulang kali mengklaim AS telah mengendalikan Selat Hormuz. Namun, klaim ini dibantah oleh mantan diplomat AS Richard Haass, yang menegaskan tidak ada negara yang secara sepihak menguasai selat itu. Pembawa acara Fox News Bret Baier menambahkan bahwa lalu lintas kapal di jalur tersebut telah menyusut drastis.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 17 Agustus 2026 pukul 12.35
Komandan Angkatan Darat Iran Tegaskan AS tidak Berhak Memasuki Teluk Persia
Warta Ekonomi · 15 Agustus 2026 pukul 18.30
Iran Tegaskan Belum Mau Lanjut Negosiasi dengan AS, Gencatan Senjata 60 Hari Tak Ada
Detik.com · 15 Agustus 2026 pukul 17.02
Iran Tegaskan Belum Putuskan Lanjut Berunding dengan AS
Media Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 17.04
Iran Pastikan Amerika tak Berhak Lintasi Selat Hormuz
Berita terkait
Ejek Trump, Iran: Selat Hormuz Tak Bisa Direbut dengan Ciutan dan Pidato Kampanye
SINDOnews · 17 Agustus 2026 pukul 21.35
Iran Ungkap Nasib Blokade Selat Hormuz, Bongkar 'Kebohongan' AS Ini
CNBC Indonesia · 10 Agustus 2026 pukul 07.15
Masih Buka Pintu Dialog untuk Iran, Donald Trump: Saya Tak Ingin Membunuh Orang
JPNN.com · 6 Agustus 2026 pukul 14.51
Iran Punya Senjata Lebih Kuat dari Nuklir, AS Dibuat "Mati Kutu"
CNBC Indonesia · 5 Agustus 2026 pukul 20.20