AS dan Negara-negara Arab Kalah Total! Iran Akan Dapatkan Kendali Lebih Besar di Selat Hormuz
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

AS, Iran, dan Oman sedang menegosiasikan kesepakatan sementara yang akan memberikan Iran kendali lebih besar atas pelayaran melalui Selat Hormuz, laut strategis yang menjadi jalur sekitar 20% pasokan minyak dunia. Presiden AS Donald Trump mengumumkan pembatalan serangan militer terhadap Iran, menyatakan kedua belah pihak hampir mencapai solusi diplomatik. Namun, Trump memperingatkan bahwa Iran akan 'dipukul sangat keras' jika Selat Hormuz tidak dibuka kembali dalam waktu dekat. Pertempuran kembali pecah bulan lalu setelah perselisihan mengenai kendali Selat Hormuz menyebabkan gagalnya memorandum 14 poin yang sebelumnya menetapkan gencatan senjata sementara.
Kesepakatan berdurasi 60 hari yang sedang dinegosiasikan akan membuka kembali Selat Hormuz, memulihkan gencatan senjata AS-Iran, dan memulai kembali negosiasi mengenai program nuklir Teheran. Menurut usulan, kapal yang memasuki Teluk Persia akan menggunakan jalur yang dikendalikan Iran, sementara lalu lintas keluar akan diarahkan melalui jalur yang diawasi Oman. Dalam 30 hari ke depan, kedua belah pihak akan membersihkan ranjau laut dari jalur tengah selat tersebut.
Selama periode 60 hari, tidak akan dikenakan biaya tol atau pungutan untuk penggunaan jalur air tersebut. Namun, pembayaran untuk penyediaan keamanan dan pelestarian lingkungan laut direncanakan dalam kesepakatan. Gedung Putih aktif terlibat dalam negosiasi, dengan sejumlah pembicaraan telepon antara utusan khusus Trump Steve Witkoff, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi, dan Menteri Luar Negeri Oman Badr al-Busaidi.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 7 Agustus 2026 pukul 08.15
Rencana Iran Perketat Selat Hormuz Bikin Harga Minyak Mendidih
Detik.com · 5 Agustus 2026 pukul 17.32
Trump Yakin Bisa Segera Berdamai dengan Iran
Berita terkait
AS Klaim Kuasai Hormuz, Iran Tetap Tutup Jalur Minyak Dunia
Detik.com · 12 Agustus 2026 pukul 17.07
Breaking! AS-Iran Kembali Memanas, Negosiasi Damai Buntu
CNBC Indonesia · 13 Agustus 2026 pukul 07.00
Rupiah Remuk Lagi Gegara Harapan Investor soal Selat Hormuz Pupus
JPNN.com · 11 Agustus 2026 pukul 18.59
Awas! Rupiah Jatuh Lagi Kesandung Sentimen Eksternal, Hari Ini Sentuh Rp17.861 per Dolar AS
SINDOnews · 11 Agustus 2026 pukul 17.58