Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

AS dan Negara-negara Arab Kalah Total! Iran Akan Dapatkan Kendali Lebih Besar di Selat Hormuz

AS, Iran, dan Oman sedang menegosiasikan kesepakatan sementara yang akan memberikan Iran kendali lebih besar atas pelayaran melalui Selat Hormuz, laut strategis yang menjadi jalur sekitar 20% pasokan minyak dunia. Presiden AS Donald Trump mengumumkan pembatalan serangan militer terhadap Iran, menyatakan kedua belah pihak hampir mencapai solusi diplomatik. Namun, Trump memperingatkan bahwa Iran akan 'dipukul sangat keras' jika Selat Hormuz tidak dibuka kembali dalam waktu dekat. Pertempuran kembali pecah bulan lalu setelah perselisihan mengenai kendali Selat Hormuz menyebabkan gagalnya memorandum 14 poin yang sebelumnya menetapkan gencatan senjata sementara.

Kesepakatan berdurasi 60 hari yang sedang dinegosiasikan akan membuka kembali Selat Hormuz, memulihkan gencatan senjata AS-Iran, dan memulai kembali negosiasi mengenai program nuklir Teheran. Menurut usulan, kapal yang memasuki Teluk Persia akan menggunakan jalur yang dikendalikan Iran, sementara lalu lintas keluar akan diarahkan melalui jalur yang diawasi Oman. Dalam 30 hari ke depan, kedua belah pihak akan membersihkan ranjau laut dari jalur tengah selat tersebut.

Selama periode 60 hari, tidak akan dikenakan biaya tol atau pungutan untuk penggunaan jalur air tersebut. Namun, pembayaran untuk penyediaan keamanan dan pelestarian lingkungan laut direncanakan dalam kesepakatan. Gedung Putih aktif terlibat dalam negosiasi, dengan sejumlah pembicaraan telepon antara utusan khusus Trump Steve Witkoff, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi, dan Menteri Luar Negeri Oman Badr al-Busaidi.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait