AS Klaim Kuasai Hormuz, Iran Tetap Tutup Jalur Minyak Dunia
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden AS Donald Trump mengklaim AS memiliki kendali penuh atas Selat Hormuz, namun Iran tetap menutup jalur tersebut dan menuntut pencabutan sanksi serta akhir blokade pelabuhan sebelum lalu lintas dibuka kembali. Serangan kapal dan ancaman di jalur strategis ini masih berlanjut, termasuk serangan Houthi yang didukung Iran di Selat Bab el-Mandeb yang menyebabkan enam orang tewas, termasuk empat awak kapal. UKMTO melaporkan aktivitas pelayaran komersial tetap rendah akibat gangguan Korps Garda Revolusi Islam Iran. Setelah perang dimulai, lalu lintas minyak melalui Selat Hormuz hampir terhenti dan mendorong kenaikan harga minyak, dengan Brent naik 0,62 persen hingga 89,46 dolar AS per barel. Pakistan berupaya mendorong negosiasi damai berdasarkan kesepakatan yang dimediasi pada Juni, namun perbedaan posisi mengenai blokade dan kendali jalur tetap menjadi hambatan utama.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 13 Agustus 2026 pukul 07.00
Breaking! AS-Iran Kembali Memanas, Negosiasi Damai Buntu
JPNN.com · 11 Agustus 2026 pukul 18.59
Rupiah Remuk Lagi Gegara Harapan Investor soal Selat Hormuz Pupus
SINDOnews · 11 Agustus 2026 pukul 17.58
Awas! Rupiah Jatuh Lagi Kesandung Sentimen Eksternal, Hari Ini Sentuh Rp17.861 per Dolar AS
CNBC Indonesia · 11 Agustus 2026 pukul 10.15
Harga Minyak Dunia Kembali Bergeliat, Brent Dekati US$88 per Barel
Berita terkait
AS dan Negara-negara Arab Kalah Total! Iran Akan Dapatkan Kendali Lebih Besar di Selat Hormuz
SINDOnews · 5 Agustus 2026 pukul 18.48
Harga Minyak Naik Lagi ke US$84, Pasar Cemas Selat Hormuz Belum Dibuka
CNN Indonesia · 10 Agustus 2026 pukul 10.28
Rencana Iran Perketat Selat Hormuz Bikin Harga Minyak Mendidih
Detik.com · 7 Agustus 2026 pukul 08.15
Trump Yakin Bisa Segera Berdamai dengan Iran
Detik.com · 5 Agustus 2026 pukul 17.32