Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Breaking! AS-Iran Kembali Memanas, Negosiasi Damai Buntu

Upaya Amerika Serikat dan Iran untuk menghidupkan kembali kesepakatan damai sementara kembali menemui jalan buntu. Seorang sumber senior Iran menyatakan tidak ada kemajuan dalam pembicaraan mengenai kembalinya AS ke kesepakatan yang dicapai pada Juni 2026. Kesepakatan tersebut sebelumnya menetapkan penghentian operasi militer di seluruh lini, namun kemudian runtuh. Presiden AS Donald Trump menyatakan kesepakatan "berakhir" pada 7 Juli, sementara Iran menyebutnya "ditangguhkan". AS menuding Iran gagal membuka kembali jalur pelayaran strategis Selat Hormuz, sementara Teheran menilai Washington melanggar komitmen termasuk terkait pencabutan blokade pelabuhan dan pencairan aset yang dibekukan.

Trump mengklaim AS memiliki "kendali penuh" atas Selat Hormuz, namun Otoritas Selat Teluk Persia yang dibentuk Iran menegaskan jalur tersebut masih ditutup. Trump juga menulis di Truth Social bahwa Iran "hanya banyak bicara tanpa tindakan nyata". Sumber Iran membantah laporan perpanjangan gencatan senjata 60 hari, menyatakan tidak ada pembicaraan perpanjangan karena tidak ada periode yang pernah dimulai.

Ketegangan semakin mengkhawatirkan setelah serangan terhadap kapal di kawasan Selat Hormuz. Sejumlah serangan kapal dan kapal kargo kecil diduga diserang kelompok Houthi di Selat Bab el-Mandeb hingga menewaskan empat awak. Militer AS juga melaporkan menembakkan dua rudal Hellfire untuk melumpuhkan sistem kemudi kapal berbendera Panama. Konflik yang dimulai sejak serangan AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari 2026 telah menewaskan ribuan orang, terutama di Iran dan Lebanon. Harga minyak Brent sempat melonjak hingga US$126 per barel sebelum turun ke kisaran US$88 per barel, sementara minyak WTI diperdagangkan sekitar US$83 per barel.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait