Jakarta · Kamis, 3 September 2026Cari
WargaKonoha

Bahaya! Industri RI Ini Paling Banyak Dihajar Barang Impor

Ketua Komite Antidumping Indonesia (KADI) Frida Adiati mengungkapkan bahwa sektor baja dan produk turunannya, serta produk kimia dan petrokimia nasional, merupakan industri paling rentan terhadap tekanan impor dari luar negeri. Berdasarkan hasil penyelidikan KADI dan Peraturan Menteri Keuangan (PMK), produk-produk ini telah terbukti memberikan tekanan signifikan terhadap industri dalam negeri. KADI menegaskan bahwa penentuan praktik dumping tidak bisa hanya dilihat dari peningkatan impor, melainkan harus didasarkan pada bukti dan data yang valid sesuai ketentuan yang berlaku.

Untuk sektor baja, KADI sedang memantau peningkatan impor dan perubahan pola perdagangan yang berpotensi merugikan industri lokal. Beberapa produk baja telah dikenakan Bea Masuk Antidumping (BMAD), termasuk HRC Alloy, Tinplate, HRC Karbon, HI Section, dan Hot Rolled Plate (HRP). KADI juga mendapati dugaan pengalihan impor pada kasus Sunset Review Hot Rolled Coil (HRC) Alloy, di mana produsen asing mencoba mengelak BMAD dengan menambahkan unsur boron pada HRC Karbon untuk mengklasifikasikannya sebagai HRC Alloy.

Saat ini, KADI sedang menangani tiga kasus investigasi terkait impor dari China: Sunset Review HRC of Other Alloy, Interim Review Tinplate, dan Superabsorbent Polymers (SAP). KADI juga menilai bahwa peningkatan penerapan kebijakan perdagangan oleh negara lain dapat memicu pengalihan perdagangan ke Indonesia, namun peningkatan impor tidak selalu menunjukkan adanya praktik perdagangan yang tidak adil.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait