Jakarta · Selasa, 22 September 2026Cari
WargaKonoha

Bahlil: Harga Batu Bara RI Kini Mulai Ada Marwahnya di Internasional

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan bahwa kebijakan tata kelola batu bara Indonesia kini mulai memengaruhi harga di pasar global. Penataan ulang pengaturan pasokan dan permintaan (supply and demand) komoditas pertambangan berhasil memperkuat posisi harga batu bara nasional di pasar internasional. Langkah efisiensi pasokan melalui pengendalian produksi batu bara dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) tersebut mulai mengembalikan marwah harga batu bara nasional di tingkat global.

Pemerintah mencatat Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari sektor pertambangan mengalami peningkatan melebihi capaian tahun 2025, meskipun dari sisi produksi lebih rendah. Pemerintah lebih mengutamakan optimalisasi pendapatan negara dibandingkan sekadar mengejar target volume produksi. Produksi batu bara tahun 2026 direncanakan sekitar 600 juta ton, lebih rendah dari tahun sebelumnya, untuk menjaga harga pasar batu bara dunia agar tidak terus menurun.

Kebijakan ini juga ditujukan untuk memberikan perlindungan dan pemerataan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Sektor UMKM menyumbang 61% terhadap PDB nasional dan menjadi penyangga ekonomi saat krisis 1998. Kementerian ESDM memfasilitasi pengajuan RKAB pelaku usaha menengah ke bawah dengan kuota 200.000 ton hingga 1.000.000 ton untuk memastikan kehadiran negara dalam menjaga keseimbangan persaingan antara pengusaha besar dan pelaku usaha kecil.

Peristiwa ini diliput 2 media — baca rangkuman gabungannya

Diberitakan juga oleh


Berita terkait