Bamsoet Serukan Penegakan Hukum dan Jaga Persatuan di Hari Damai Aceh
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengecam keras kericuhan pada peringatan Hari Damai Aceh ke-21 di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh. Insiden dipicu aksi penurunan bendera Merah Putih dan pengibaran bendera Bulan Bintang, yang berujung bentrokan antara massa dan aparat melalui aksi pelemparan batu serta penggunaan gas air mata.
Bamsoet mendesak aparat penegak hukum mengusut tuntas pelaku provokasi dan perusakan lambang negara secara profesional agar tidak memperluas konflik. Ia menekankan pentingnya membedakan antara penyampaian aspirasi damai dengan tindakan kriminal, guna mencegah generalisasi terhadap seluruh masyarakat Aceh. Pemerintah pusat dan Pemprov Aceh diminta segera melakukan evaluasi menyeluruh untuk mencegah kejadian serupa.
Seluruh elemen masyarakat Aceh diimbau tidak terjebak provokasi dan tetap menjaga perdamaian yang telah dibangun selama 21 tahun. Bamsoet menegaskan bahwa segala persoalan terkait kekhususan Aceh, kesejahteraan, dan infrastruktur harus diperjuangkan melalui jalur politik, hukum, dan dialog tanpa kekerasan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 16 Agustus 2026 pukul 20.29
Bamsoet Kecam Penurunan Bendera Merah Putih di Hari Damai Aceh
VOI · 16 Agustus 2026 pukul 14.00
Bamsoet Kecam Penurunan Bendera Merah Putih dan Pelecehan Garuda di Hari Damai Aceh
Berita terkait
Bamsoet Sebut Pembahasan RUU KUHAP Momentum Reformasi Pengawasan Penyidikan
Detik.com · 4 Agustus 2026 pukul 12.00
Menko Yusril: Mudah-mudahan Suasana di Aceh Sudah Kondusif
JPNN.com · 18 Agustus 2026 pukul 02.29
KSP Sebut Ada Pihak Manfaatkan Hari Damai Aceh
Media Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 22.20
Megawati Sentil Hukum Indonesia Seperti Karet: Terserah Dah Kemauan Kalian
Warta Ekonomi · 17 Agustus 2026 pukul 18.30