Banjir Bandang Nepal Jadi Peringatan bagi Negara-Negara Kawasan Himalaya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Bencana banjir bandang dan tanah longsor di perbatasan Nepal-Tiongkok pada 26 Agustus 2026 menyebabkan 1.130 orang tewas dan ribuan orang hilang. Gempa retak gletser di Gunung Langtang Lirung (5.200 meter) memicu longsoran es dan batu yang menghancurkan wilayah di Nepal seperti Rasuwa, Nuwakot, Dhading, Kavre, dan Lembah Kathmandu, serta mengubur pos perbatasan Gyirong di Tibet. Air Sungai Trishuli naik 9 meter dalam 30 menit akibat banjir ini. Profesor geografi Daanish Mustafa dari King's College London memperingatkan bahwa bendungan besar di pegunungan tinggi justru memperparah kerusakan bencana gletser, terutama dengan adanya proyek PLTA yang sedang dibangun oleh India, Tiongkok, dan Pakistan. Ia menyampaikan bahwa bencana di lingkungan gletser seperti Himalaya tidak bisa dicegah sepenuhnya, namun dampaknya bisa dikurangi melalui edukasi publik, latihan evakuasi, dan pemantauan rutin. Kementerian Luar Negeri Tiongkok menyatakan tragedi ini sebagai dampak jangka panjang pemanasan iklim yang menyebabkan ketidakstabilan gletser.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 1 September 2026 pukul 19.00
Update Terkini Banjir Bandang Nepal: Korban Jiwa Tembus 1.000 Orang
Detik.com · 1 September 2026 pukul 16.51
Kesaksian Warga Nepal Usai Banjir Bandang yang Tewaskan 1.000 Orang
kumparan · 2 September 2026 pukul 03.10
Foto: 96 Jenazah Banjir Nepal Dimakamkan Tanpa Identitas
Detik.com · 1 September 2026 pukul 17.36
Dari Laut yang Menghangat hingga Es yang Runtuh
Berita terkait
Ngeri, Segini Kerugian Negara Akibat Banjir Bandang Nepal
CNBC Indonesia · 29 Agustus 2026 pukul 17.15
Banjir Bandang Mematikan di Nepal, Apakah Krisis Iklim Berperan?
CNN Indonesia · 29 Agustus 2026 pukul 15.20
Rekayasa Manusia Dinilai Perparah Dampak Banjir Bandang di Nepal
SINDOnews · 29 Agustus 2026 pukul 12.41
China Peringatkan Bencana Lanjutan Pascabanjir di Perbatasan Nepal
VOI · 29 Agustus 2026 pukul 08.22