Jakarta · Rabu, 7 Oktober 2026Cari
WargaKonoha

Bank Dunia Warning RI: Defisit Transaksi Berjalan Makin Lebar di 2027

Bank Dunia memperingatkan pelebaran defisit transaksi berjalan Indonesia hingga 2027 akibat program prioritas pemerintah, investasi negara, dan subsidi energi. Meski pertumbuhan ekonomi 2026 direvisi naik menjadi 5,2%, kebijakan tersebut memicu ketidakseimbangan fiskal dan eksternal. Defisit diproyeksikan mencapai 1,5% dari PDB pada 2026.

Kondisi riil kuartal II-2026 menunjukkan defisit nominal terbesar dalam sejarah sebesar US$ 12,5 miliar (3,3% PDB), melonjak tajam dari US$ 3,58 miliar pada kuartal I-2026. Penyebab utama adalah penyusutan surplus perdagangan barang sebesar 83,92% akibat lonjakan impor yang jauh melampaui kenaikan ekspor.

Gubernur Bank Indonesia menyatakan defisit ini menekan nilai tukar rupiah, yang saat ini bergerak di kisaran Rp17.800-Rp18.000 per dolar AS, jauh di atas asumsi APBN 2026 sebesar Rp16.500. Tekanan diperparah oleh kenaikan impor migas dan rendahnya surplus non-migas.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait