Jakarta · Sabtu, 22 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Berubah Drastis, Iran Ubah Doktrin Militer dari Defensif Menjadi Ofensif

Iran mengumumkan perubahan doktrin militer dari defensif ke ofensif setelah dua konflik dengan AS dan Israel yang disebut sebagai 'perang 12 hari' dan 'perang 40 hari'. Juru bicara Angkatan Darat Iran, Brigadir Jenderal Mohammad Akraminia, menyatakan perubahan ini dilakukan secara bertahap untuk meningkatkan kecepatan dan skala respons terhadap serangan. Iran juga memperbaiki sistem militer yang rusak dan menambah sistem baru, serta melakukan restrukturisasi komando untuk pengambilan keputusan yang lebih cepat. Pernyataan ini muncul saat ketegangan antara Teheran dan Washington kembali meningkat, dengan upaya diplomasi yang terjebak dan ancaman sanksi ekonomi lebih berat dari AS. Iran memperingatkan akan mengambil langkah militer lebih tegas jika diplomasi gagal, terutama terkait blokade AS dan kontrol Selat Hormuz sebagai jalur energi strategis. Sejumlah pejabat Iran juga menyatakan siap beralih ke posisi ofensif penuh jika negosiasi tidak berhasil.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait