Berubah Drastis, Iran Ubah Doktrin Militer dari Defensif Menjadi Ofensif
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Iran mengumumkan perubahan doktrin militer dari defensif ke ofensif setelah dua konflik dengan AS dan Israel yang disebut sebagai 'perang 12 hari' dan 'perang 40 hari'. Juru bicara Angkatan Darat Iran, Brigadir Jenderal Mohammad Akraminia, menyatakan perubahan ini dilakukan secara bertahap untuk meningkatkan kecepatan dan skala respons terhadap serangan. Iran juga memperbaiki sistem militer yang rusak dan menambah sistem baru, serta melakukan restrukturisasi komando untuk pengambilan keputusan yang lebih cepat. Pernyataan ini muncul saat ketegangan antara Teheran dan Washington kembali meningkat, dengan upaya diplomasi yang terjebak dan ancaman sanksi ekonomi lebih berat dari AS. Iran memperingatkan akan mengambil langkah militer lebih tegas jika diplomasi gagal, terutama terkait blokade AS dan kontrol Selat Hormuz sebagai jalur energi strategis. Sejumlah pejabat Iran juga menyatakan siap beralih ke posisi ofensif penuh jika negosiasi tidak berhasil.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Media Indonesia · 22 Agustus 2026 pukul 15.08
Donald Trump Klaim Ekonomi Iran Hancur dan Inflasi Tembus 350 Persen
Detik.com · 22 Agustus 2026 pukul 18.24
Trump Sebut Iran Belum Siap Membuat Kesepakatan yang Tepat
Media Indonesia · 22 Agustus 2026 pukul 08.58
Trump Klaim Selat Hormuz Kini Berstatus Wilayah Amerika
Liputan6.com · 22 Agustus 2026 pukul 08.30
Harga Minyak Dunia Tak Turun Meski Sinyal Perang Iran Mulai Surut
Berita terkait
Trump Sebut Selat Hormuz Wilayah AS, Rusia: Selera Humor yang Sangat Istimewa
Warta Ekonomi · 20 Agustus 2026 pukul 16.38
Iran Geram Trump Klaim Selat Hormuz Wilayah Baru AS: Delusional!
Detik.com · 19 Agustus 2026 pukul 15.25
Ketua Parlemen Iran Tuding AS Cekik Teheran Demi Konsesi Ilegal
Media Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 13.53
Iran Pantang Beri Konsesi Tambahan ke AS
Media Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 13.45