Bocor! Iran Diam-diam Siapkan Perang Lebih Besar Lawan AS
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Meskipun Presiden AS Donald Trump dan Iran menandatangani nota kesepahaman pada 17 Juni, para pemimpin garis keras Iran tidak mempercayai perjanjian tersebut. Mereka menganggapnya sebagai taktik AS dan Israel untuk meredakan tekanan ekonomi sementara waktu, sementara Iran mempersiapkan konfrontasi yang lebih besar dengan AS dan sekutunya. Dalam dua bulan terakhir, Iran telah memperkuat kendali Korps Garda Revolusi Islam atas angkatan bersenjata reguler, menempatkan veteran perang di posisi kunci, memperluas operasi kontra-intelijen, dan meningkatkan produksi rudal serta drone. Iran juga mengintensifkan koordinasi dengan milisi sekutu di Yaman dan Irak untuk memperluas medan konflik, termasuk serangan terhadap kapal di Selat Hormuz dan Laut Merah.
Kesenjangan persepsi antara Washington dan Teheran menyebabkan negosiasi damai macet. Trump telah menyebut pemimpin Iran 'gila' dan menuduh mereka berbohong, sementara serangan terus meningkat pasca-penandatanganan nota kesepahaman, termasuk penembakan rudal balistik ke Yordania yang menewaskan tentara AS. Di dalam negeri, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Khamenei melakukan reshuffle besar-besaran di militer dan aparat keamanan, menunjuk loyalis untuk mendorong pendekatan lebih ofensif terhadap negara-negara Teluk yang menjadi basis militer AS.
Pejabat Teluk semakin waswas, dengan insiden penyusupan enam personel IRGC ke pulau Kuwait dan rencana eskalasi IRGC termasuk sabotase kabel internet bawah laut dan operasi darat. Trump dilaporkan memilih menahan diri sambil menunggu tekanan ekonomi dan blokade Angkatan Laut AS melemahkan Iran. Namun, penasihat perunding utama Iran memperingatkan bahwa perundingan saat ini hanya jeda sementara sebelum konflik yang lebih besar pecah, dengan Iran siap menghadapi konfrontasi besar.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Media Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 16.57
Pentagon Pertimbangkan Kurangi Pasukan di Timur Tengah
SINDOnews · 17 Agustus 2026 pukul 06.10
Ini Alasan Iran Bikin Sayembara Bunuh Tentara AS Dapat Rp534 Juta dan Rp1 Miliar bagi Kontestan Perempuan
Detik.com · 16 Agustus 2026 pukul 04.06
AS Kirim Kapal Induk Lain ke Timur Tengah Usai Petaka Abraham Lincoln, Ada Apa?
SINDOnews · 19 Agustus 2026 pukul 19.20
Eksistensi Bangsa Iran Bergantung Perang, Khatami: Jangan Terlalu Emosi
Berita terkait
Iran Berharap Negosiasi dengan AS Kali Ini Mungkin akan Lebih Serius
SINDOnews · 29 September 2026 pukul 18.54
Perempuan-perempuan Iran Angkat Senjata setelah Negara Mereka Diancam Dilenyapkan AS
SINDOnews · 29 September 2026 pukul 07.08
Iran Sangat Siap Perang Lagi dengan AS: 'Bahkan Jika Berujung Perang Kiamat'
SINDOnews · 28 September 2026 pukul 08.17
Janji Beri Kejutan ke AS, Iran Andalkan Teknologi Militer Baru
SINDOnews · 27 September 2026 pukul 20.20