BPS Ungkap Penentuan Desil dan Pengukuran Kemiskinan Mengkalkulasi Lebih dari 40 Variabel
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

BPS menekankan pentingnya pemutakhiran Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) secara berkala agar akurat dan mencerminkan kondisi riil masyarakat. Direktur Metodologi Statistik dan Sains Data BPS, Setia Pramana, menyatakan bahwa akurasi pemeringkatan desil sangat bergantung pada kebaruan data dasar, bukan sekadar penyesuaian metode kalkulasi.
Penentuan desil tidak hanya berdasarkan pendapatan atau pengeluaran, tetapi mengkalkulasi lebih dari 40 variabel indikator sosial-ekonomi, termasuk karakteristik rumah tangga, kondisi perumahan, aset, dan akses sanitasi. Untuk menjaga dinamika kesejahteraan, BPS melakukan pemutakhiran data setiap tiga bulan dan membuka peluang integrasi data dengan 18 kementerian serta lembaga terkait dengan tetap menjaga perlindungan data pribadi.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 11 September 2026 pukul 22.00
Kemensos: Pemutakhiran DTSEN Bagian dari Penyempurnaan Penentuan Desil
Media Indonesia · 11 September 2026 pukul 20.53
BPS Manfaatkan Sensus Ekonomi 2026 untuk Perkuat DTSEN
CNBC Indonesia · 11 September 2026 pukul 19.10
BPS Pertimbangkan Data Pajak untuk Akurasi Penerima Bansos
Media Indonesia · 11 September 2026 pukul 17.48
BPS: Data DTSEN Harus Mutakhir agar Tepat Sasaran
Berita terkait
BPS Jelaskan Definisi, Manfaat, dan Cara Kerja DTSEN
JPNN.com · 25 Agustus 2026 pukul 12.33
Pemutakhiran Desil DTSEN, 4,3 Juta KPM Baru Kini Terima Bansos
Media Indonesia · 9 September 2026 pukul 10.46
BPS Ungkap DTSEN Bukan Daftar Penerima Bantuan Sosial
Detik.com · 9 September 2026 pukul 07.45
4,33 Juta Keluarga yang Tadinya Tak Dapat Bansos Kini Kebagian, Data DTSEN Terus Dimutakhirkan
Warta Ekonomi · 9 September 2026 pukul 04.37