Jakarta · Kamis, 10 September 2026Cari
WargaKonoha

Mengapa Tingkat Kemiskinan versi BPS dan Bank Dunia Begitu Jomplang? Ini Jawabannya!

Tingkat kemiskinan Indonesia menunjukkan angka yang sangat berbeda antara Badan Pusat Statistik (BPS) dan Bank Dunia. BPS mencatat tingkat kemiskinan nasional sebesar 8,07% pada Maret 2026, dengan garis kemiskinan nasional Rp669.235 per orang per bulan (setara US$3,60 per hari). Angka ini didasarkan pada biaya hidup di Indonesia dan diperbarui dua kali setahun. Sementara itu, Bank Dunia mencatat 64,1% penduduk Indonesia berada di bawah garis kemiskinan untuk negara berpendapatan menengah atas, menggunakan standar US$8,30 per hari. Perbedaan ini disebabkan oleh perbedaan tujuan pengukuran dan metodologi yang digunakan. BPS menggunakan data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) untuk mengukur kemiskinan berdasarkan kebutuhan lokal, sementara Bank Dunia menggunakan standar internasional untuk membandingkan kondisi antarnegara. BPS menjelaskan bahwa kedua definisi sengaja dibuat berbeda karena memiliki tujuan yang berbeda. Garis kemiskinan nasional lebih relevan untuk kebijakan dalam negeri, sementara angka Bank Dunia berguna untuk konteks global. Pemerintah dan BPS menegaskan bahwa tidak ada satu ukuran yang lebih benar; keduanya saling melengkapi dalam memantau kemajuan pengentasan kemiskinan di Indonesia.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait