Jakarta · Kamis, 10 September 2026Cari
WargaKonoha

BPS dan Bank Dunia menjelaskan perbedaan angka kemiskinan RI

BPS dan Bank Dunia menjelaskan perbedaan angka kemiskinan Indonesia yang disebabkan oleh perbedaan metode pengukuran, bukan kondisi riil masyarakat. BPS menggunakan standar nasional berdasarkan biaya hidup lokal (Rp669.235/bulan atau $3,60/hari), mencatat tingkat kemiskinan Maret 2026 sebesar 8,07 persen, turun dari 8,47 persen pada Maret 2025.

Sebaliknya, Bank Dunia menggunakan standar internasional untuk perbandingan antarnegara. Karena Indonesia masuk kategori negara berpendapatan menengah atas, ambang batas dinaikkan menjadi $8,30/hari, sehingga 64,1 persen penduduk tergolong miskin menurut standar ini. Kedua lembaga menegaskan bahwa data BPS menjadi acuan kebijakan domestik, sementara data Bank Dunia berfungsi sebagai pembanding global.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait