Bukan Rp10.000/Liter, Ternyata Segini Harga Asli BBM Pertalite
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah Indonesia memberikan subsidi besar untuk BBM dan LPG agar masyarakat kurang mampu bisa membeli dengan harga terjangkau. Harga keekonomian Pertalite (RON 90) mencapai Rp 16.100 per liter, namun dijual Rp 10.000 per liter. Solar subsidi yang harga aslinya Rp 12.000 per liter dibanderol Rp 6.800 per liter. Sementara LPG 3 kg memiliki harga keekonomian Rp 56.000 per tabung, tetapi dijual Rp 20.000-21.000 per tabung, artinya subsidi pemerintah mencapai Rp 36.000 per tabung.
Ketergantungan pada impor BBM membuat beban fiskal semakin berat. Kebutuhan BBM nasional mencapai 1,6 juta barel per hari, namun produksi hanya sekitar 600 ribu barel per hari. Kebutuhan LPG mencapai 8 juta ton per tahun dengan 80% diimpor. Kondisi ini menyebabkan pemerintah harus mengeluarkan lebih banyak anggaran untuk membeli bahan baku impor.
Tantangan lain adalah distribusi subsidi yang belum tepat sasaran. Data Dewan Energi Nasional menunjukkan 63% subsidi energi salah sasaran dan tidak dinikmati kelompok yang benar-benar membutuhkan. Oleh karena itu, transisi energi dan dekarbonisasi dianggap kunci untuk mengurangi ketergantungan impor di masa depan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 11 Agustus 2026 pukul 19.02
Bahlil dan Purbaya Ogah Bahas Isu Reshuffle: Tugas Kami Bantu Presiden
Berita terkait
Video: Percepat Transisi Energi,RI Wajib Perkuat Daya Saing Sektor EBT
CNBC Indonesia · 16 Agustus 2026 pukul 15.00
Video: Subsidi Energi Bengkak dan Bebani APBN, Reformasi Energi Mendesak
CNBC Indonesia · 13 Agustus 2026 pukul 11.32
Video: Reformasi Subsidi, Ini Efeknya ke APBN, Daya Beli dan Daya Saing
CNBC Indonesia · 13 Agustus 2026 pukul 11.14
Restitusi dan Belanja Subsidi Diproyeksi Bebani Defisit APBN di 2026
CNBC Indonesia · 30 Juli 2026 pukul 13.10